Xinjiang – Seorang istri dan ibu Uighur, Nadila Wumaier menggungah foto tulisan tangan di akun media sosial suaminya. Dalam foto tersebut juga terlihat putra mereka yang baru berusia dua tahun. Nadila menulis bahwa dia ingin bertemu suaminya yang berkewarganegaraan australia. Hal ini sebagaimana dilansir BBC hari rabu kemarin.

Nadila adalah anggota masyarakat minoritas muslim Uighur di Xinjiang, China. Saat ini ia dikabarkan menjadi tahanan rumah bersama putranya. Setelah pemerintah China mendatangi stasiun televisi Australia dan mengatakan Nadila berada di China atas pilihannya sendiri. Setelah itu ia mengunggah tulisan tangannya dan mengatakan pemerintah cina menahannya.

Pada  Senin sebelumnya, suaminya Sadam Abdulsalam sudah menentang klaim pemerintah China. Abdulsalam sudah mengkampanyekan perjuangan istrinya untuk bisa keluar dari China selama berbulan-bulan.

Walaupun Nadila bukan warga Australia tapi suami dan anak mereka Lutfy adalah warga Negeri Australia. Sebelumnya pemerintah Australia mengajukan permohonan resmi agar mereka dapat meninggalkan China.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan China menahan sekitar satu juta muslim Uighur dan muslim lainnya di pusat penahanan di Xinjiang. Bagi China langkah tersebut diklaim  untuk mengatasi terorisme dan ekstremisme. (admin/republika)

%d bloggers like this: