fbpx

Di dalam dunia mistik, khodam adalah salah satu makhluk yang paling banyak diburu dan dipelihara. Sebagian masyarakat percaya terhadap khodam dari golongan jin. Terlebih bagi mereka yang bergelut dengan dunia mistik. Berbagai macam kehebatan dan kesaktian yang menyebar di masyarakat biasanya diperoleh dengan cara memelihara khodam. Mereka memperoleh khodam tersebut dengan berbagai macam ritual syirik. Mulai dari memberikan sesajen, membaca mantra-mantra, menulis wafaq, sampai mengamalkan berbagai macam doa dan zikir yang dicampur dari asmaul husna.

Selain untuk sarana mendapatkan kesaktian, tidak sedikit manusia yang memihara khodam sebagai sarana memperkaya diri dengan jalan pintas. Ironisnya, banyak manusia yang tidak paham bahwa khodam-khodam dari golongan jin ini akan menyeret kepada kekufuran dan kesyirikan. Mereka tidak sadar bahwa syarat untuk mendapatkan khodam seringkali harus kufur dengan syariat Alloh.

Istilah khodam berasal dari bahasa Arab yaitu khodim (خَادِمٌ) yang artinya pembantu atau pelayan. Jadi, khodam  adalah jin yang dijadikan manusia pelayan dengan syarat memberikan mahar atau imbalan tertentu.

Para khodam itu melayani sesuai kebutuhan manusia yang memeliharanya. Biasanya manusia memelihara khodam untuk keperluan yang tidak mampu dikerjakan karena kelamahan manusia. Jadi, khodam biasanya bukan untuk melayani pekerjaan rumah tangga laksana pembantu pada umumnya, namun lebih khusus kepada layanan dalam bidang kesaktian, pengobatan, sihir, santet, tenung, hipnotis, mengumpulkan kekayaan dan semisalnya.

Dalam istilah klenik Jawa, khodam disebut dengan “perewangan”. Khodam ini berinteraksi dengan manusia, dan bersedia untuk melayaninya jika syaratnya terpenuhi. Sehingga, tidak heran tatkala manusia memenuhi syaratnya terkadang dia bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh umumnya manusia. Seperti terbang, meng-hilang, kebal bacok, tidak mempan dibakar dan semisalnya.

Pada hakikatnya khodam termasuk dari golongan jin. Tentang adanya khodam ini, telah diisyaratkan oleh Alloh di dalam al-Qur’an.

Alloh ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu hanya menambah dosa dan ketakutan bagi mereka.” (QS. al-Jin [72]: 6)

Ayat ini jelas sekali bahwa di antara manusia ada yang sengaja meminta pelayanan dari golongan Jin. Jin yang bersedia melayani manusia inilah yang sebenarnya disebut dengan khodam. Namun, di dalam ayat tersebut Alloh menjelaskan bahwa perbuatan mencari khodam-khodam dari golongan jin hanya akan menambah dosa dan kesalahan saja.

Memang begitulah kenyataannya, tidak ada manusia yang mencari khodam melainkan harus melakukan ritual-ritual yang bertentangan dengan aturan Islam. Atau ada juga yang mendapatkannya dengan membaca bacaan-bacaan dari al-Qur’an atau hadis tetapi dengan cara yang bertentangan dengan sunnah Nabi sholallohu alaihi wasallam.

Seorang muslim hendaknya senantiasa menjaga diri dari berbagai jebakan jin kafir apalagi jin Qorin yang senantiasa membisikkan keburukan. Banyak sekali cara yang bisa dilakukan seorang muslim untuk terhindar dari berbagai macam tipu daya setan dan jin. Di antaranya adalah:

  1. Apabila terlanjur memiliki khodam maka hendaknya segera bertaubat dengan meninggalkannya, tidak melakukan ritual yang dianjurkan khodam, menyibuk-kan diri dengan zikir sesuai sunnah, membaca al-Qur’an, mempelajari ilmu syar’i dan amal-amal Islami lainnya.
  2. Menjauhkan diri dari orang-orang yang gemar berteman dengan khodam seperti dukun, para normal, atau kiai dan ustad gadungan yang mengajarkan ajaran-ajaran bercampur kesyirikan ke dalam Islam.
  3. Menguatkan akidah, keimanan dan ketawakalan kepada Alloh. Tidak meminta bantuan kecuali kepada Alloh, tidak berdoa kecuali kepada Alloh dan menyerahkan segala yang terjadi hanya kepada Alloh.
  4. Memperbanyak zikir dan perlindungan kepada Alloh ta’ala. Jika kita sungguh-sungguh melakukan hal ini, maka akan datang perlindungan Alloh.
  5. Membaca “ayat kursi” setelah salam setiap selesai sholat lima waktu sesudah membaca wirid yang disyariatkan, juga dibaca ketika hendak tidur.
  6. Membaca surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas pada setiap selesai sholat lima waktu. Ketiga surat tersebut dibaca sebanyak tiga kali pada pagi hari sesudah sholat Shubuh, dan menjelang malam sesudah sholat Maghrib. Begitu pula ketika hendak tidur.
  7. Membaca dua ayat terakhir dari surat al-Baqoroh pada permulaan malam yaitu ayat 285-286:

Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat al-Baqoroh pada malam hari, maka ia akan terjaga dari keburukan.” (HR. Ahmad)

  1. Banyak membaca doa perlindungan (ta’awudz) dengan menggunakan kalimat Alloh yang sempurna untuk memohon perlindungan diri dari keburukan makhluk-Nya.

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Alloh yang sempurna dari keburukan yang Dia ciptakan.” (HR. Muslim)

  1. Membaca doa ini:

(( بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ))

“Dengan nama Alloh, yang tidak ada yang membahayakan bersama nama-Nya sesuatupun yang ada di bumi dan di langit. Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (HR. Abu Dawud dan Tirmizi)

Doa ini dibaca masing-masing tiga kali pada pagi hari dan menjelang malam.

  1. Membiasakan diri untuk berwudhu ketika hendak tidur malam.
  2. Memelihara sholat fardhu lima waktu dengan berjamaah di masjid.
  3. Membiasakan diri untuk sholat malam atau tahajud dan ditutup dengan sholat witir setiap malam.
  4. Senantiasa memohon perlindungan kepada Alloh pada saat masuk kamar mandi atau toilet.
  5. Membiasakan membaca surat al-Baqoroh di rumah sebagai benteng dari setan.
  6. Berusaha untuk selalu ikhlas dalam setiap perkataan dan perbuatan.
  7. Senantiasa berjamaah sebab dengan bersatu dengan jamaah akan mendatangkan keridoan Alloh dan mengusir setan.
  8. Berpegang teguh dengan al-Qur’an dan Sunnah.

Sesungguhnya jalan terbesar untuk menjaga diri dari setan adalah komitmen dengan al-Qur’an dan Sunnah, baik secara ilmu maupun amal.

Demikianlah pembahasan ringkas tentang hakikat Khodam dan seluk beluknya di dalam Islam. Semoga bermanfaat. Wallohu a’lam.