Amman, Yordania – Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yordania memanggil Duta Besar Israel untuk Yordania, Amir Weissbrod. Dalam pertemuan itu, Yordania menyampaikan kecaman atas semua pelanggaran dan upaya yang bertujuan mengubah status quo Masjid Al-Aqsho.

Kementerian mengulangi kecaman dan penolakan Yordania atas berlanjutnya pelanggaran Israel terhadap Masjid Al-Aqsho. Yordania juga menuntut Israel segera menghentikan tindakan provokatif tersebut, yang memicu konflik dan merupakan pelanggaran berat hukum internasional. Hal ini sebagaimana diungkapkan kantor berita Palestina, WAFA, dalam laporannya.

Pada Ahad lalu, Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi juga bertemu dengan duta besar Uni Eropa. Dalam pertemuan tersebut, Safadi menekankan internasional untuk merespons pelanggaran Israel terhadap situs suci di Yerussalem, termasuk Al-Aqsho.

Sebelumnya, Palestina telah mengecam seruan Menteri Keamanan Publik Israel Gilad Erdan untuk mengubah status quo Masjid al-Aqsho di Yerussalem. Palestina menilai, seruan tersebut dapat memicu pertikaian di kawasan.

Palestina memperingatkan bahwa Masjid al-Aqsha adalah garis merah. Setiap upaya perubahan terhadapnya tidak dapat diterima. “ (republika/admin)

%d bloggers like this: