Jakarta – Wasekjen Majelis Ulama Indonesia, Kyai Haji Tengku Zulkarnain menanggapi indikasi masjid yang terpapar radikal adalah yang membicarakan khilafah.

Ia menegaskan bahwa pembicaraan tentang khilafah tidak dapat dilarang. Sebab, khilafah merupakan khazanah Islam.

Menurutnya, yang menjadi berbahaya adalah ketika membahas masalah khilafah menjadi suatu hal terlarang. Padahal itu khazanah Islam dan tertulis di kitab-kitab klasik Islam.

Lain halnya, jika membuat persiapan untuk makar atau memberontak. Menurutnya, tindakan tersebut jelas terlarang.

Ia mempertanyakan kenapa membicarakan khilafah jadi terlarang, seolah dianggap lebih berbahaya dari PKI Komunis dan leninisme, yang jelas-jelas dilarang dalam ketetapan MPR nomor 25 tahun 1966.

Tengku menegaskan, survei yang dilakukan oleh P3M tidak akan memberikan pengaruh yang berarti bagi umat Islam. Menurutnya, yang mengkhawatirkan adalah ketika hasil penelitian tersebut disalahgunakan. (red/kiblat)