Sebagian Muslimah menganggap masa haidh sebagai masa libur beribadah atau masa santai-santai.  Bahkan, ada Muslimah yang merasa gembira bila tiba waktu haidh karena tidak dibebani dengan kewajiban shalat dan puasa. Sehingga tidak sedikit kaum Muslimah yang mengalami pasang surut dalam aspek keimanan.

Seyogyanya bagi kaum Muslimah pada masa haidh tak luput dengan pahala. Mereka bisa menuai pahala melalui berbagai aktivitas peribadatan yang tidak dilarang oleh syari’at Islam.

Diantara bekal-bekal peribadatan mengisi masa haidh adalah sebagai berikut;

  1. Memperbanyak dzikir dalam setiap keadaan.

Saudariku, dzikir merupakan amalan agung lagi mulia. Dzikir merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Alloh subhanahu wa ta’ala dengan sedekat-dekatnya. Alloh memerintahkan kepada kita agar memperbanyak dzikir.

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا (41)  وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا (42)

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Alloh, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS. al-Ahzab [33] : 41-42)

Kepada orang yang berdzikir, Alloh subhanahu wa ta’ala menyediakan beragam pahala yang indah, tempat kembali yang baik dan kehidupan yang menyenangkan.

Sebagai Muslimah, hendaknya memperbanyak dzikir di masa haidh dengan mengucapkan; alhamdulillah, Allohu akbar, subhanalloh, subhanalloh wa bihamdih, laahaula walaa quwwata illa billah, subhanalloh  wa bihamdihi subhanallohil ‘azhim, dan dziki-dzikir shohih lain yang sesuai dengan petunjuk Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam.

  1. Menuntut Ilmu.

Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim dan Muslimah. Menuntut ilmu merupakan jalan menuju surga. Siapa saja yang memiliki ilmu dan beramal dengannya, niscaya ia akan bahagia di dunia dan akhirat. Siapa saja yang dikendaki oleh Alloh ta’ala kebaikan, maka ia akan dipahamkan permasalahan agama.

Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang Alloh menghendaki kebaikan pada dirinya, maka Alloh akan memberinya pemahaman dalam agama.” (HR. al-Bukhori dan Muslim)

Pada masa kini sarana menuntut ilmu semakin mudah dan bervariasi. Kaum Muslimah bisa mendatangi majelis taklim mingguan atau menuntut ilmu melalui sarana elektronik seperti; mendengar ceramah Islami di CD, internet, dan radio Islami. Bila hal tersebut tidak memungkinkan, majalah Islami dan buku-buku Islami pun bisa dimanfaatkan sebagai sarana mendulang ilmu.

  1. Doa

Doa merupakan ibadah yang sederhana dan bersifat mudah. Doa bisa dilakukan pada malam maupun siang hari. Doa merupakan senjata ampuh bagi orang-orang yang beriman. Bagi wanita yang haidh diperbolehkan berdoa untuk memohon keteguhan agamanya, istiqomah di jalan kebenaran, memohon kebahagiaan dunia dan akhirat serta doa yang bermanfaat lainnya.

Diriwayatkan dari Syahr bin Hausyab rodhiallohu anhu, ia berkata, “Aku bertanya kepada Ummu Salamahh, “Wahai Ummu Salamah, doa apa yang paling sering diucapkan oleh Rosululloh ketika beliau berada di rumahmu?” Ummu Salamah berkata, “Doa yang paling sering beliau baca adalah:

(( يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ ))

“Wahai Dzat yang membolak-balikan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamamu.” (HR. at-Tirmidzi)

  1. Tilawah al-Qur’an.

Al-Qur’an merupakan mata air hidayah bagi orang-orang yang bertakwa. Ia merupakan pelita, cahaya dan penerang bagi setiap manusia menuju jalan kebenaran. Membaca al-Qur’an membuahkan nilai pahala luar biasa. Satu huruf saja bagi pembacanya akan memperoleh sepuluh kebaikan. Bayangkan jikalau seorang Muslimah membaca satu juz dari al-Qur’an setiap harinya, berapakah pahala yang akan diperolehnya?

Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda;

“Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alif laam mim (الم) itu satu huruf, akan tetapi alif (ا) satu huruf, lam (ل) satu huruf dan mim (م) satu huruf.” (HR. at-Tirmidzi)

Adapun mengenai hukum membaca al-Qur’an bagi wanita haidh, maka menurut pendapat yang lebih mendekati kebenaran diperbolehkan. Sebab hadits yang melarang bagi wanita haidh membaca al-Qur’an derajatnya lemah sehingga tidak bisa dijadikan sebagai dasar.

Setiap manusia memiliki kesalahan dan dosa. Barangkali sudah tak terhitung kesalahan dan dosa yang kita lakukan, baik yang diketahui maupun yang tidak diketahui, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Salah satu cara memperbaiki kesalahan dan dosa masa lalu adalah dengan memperbanyak istighfar.

Secara khusus, Rosululloh sholallohu alaihi wasallam memerintahkan kepada kaum wanita untuk memperbanyak istighfar.

Beliau sholallohu alaihi wasallam bersabda;

“Wahai para wanita, bersedekahlah kalian dan perbanyaklah istighfar, karena aku melihat mayoritas penghuni neraka adalah kalian.” (HR. Muslim)

Tatkala kaum Muslimah mengalami haidh hendaknya memperbanyak istighfar dan menjauhkan segala perbuatan yang dapat mengotori dan meracuni hatinya. Sebisa mungkin lisannya senantiasa basah untuk berdzikir dan beristighfar kepada Alloh subhanahu wa ta’ala.

  1. Bercumbu dengan suami.

Wanita haidh boleh bercumbu dengan suaminya selama tidak melakukan jima’.

Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda;

Lakukanlah segala sesuatu (terhadap wanita haidh) selain jima’.(HR. Muslim)

Dari ‘Aisyah rodhiallohu anha, ia berkata: “Bahwa di antara istri-istri Nabi sholallohu alaihi wasallam ada yang mengalami haidh. Rosululloh sholallohu alaihi wasallam ingin bercumbu dengannya. Lantas beliau memerintahkannya untuk memakai kain agar menutupi tempat memancarnya darah haidh, kemudian beliau tetap mencumbunya (di atas kain). Aisyah berkata, “Adakah di antara kalian yang bisa menahan hasratnya (untuk berjima’) sebagaimana Nabi sholallohu alaihi wasallam menahannya?” (HR. al-Bukhori dan Muslim)

Demikianlah beberapa amalan utama bagi wanita haid di dalam islam. Semoga bermanfaat.

Wallohu a’lam.

Artikel: Gerimis


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05