Dari Ramdani di Kayu Manis, ustadz kapan waktu di laksanakannya sholat duha?

[divide style=”2″]

Jawaban:

Secara bahasa saja “Dhuha” diambil dari kata ad-Dhahwu [arab: الضَّحْوُ] artinya siang hari yang mulai memanas. Sedangkan menurut ulama ahli fiqh (dalam kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, 27/221), Dhuha artinya

“Waktu ketika matahari mulai meninggi sampai datangnya zawal (tergelincirnya matahari)..”

Ulama berbeda pendapat mengenai waktu mulainya sholat dhuha. Sebagaian ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa waktu mulainya sholat dhuha adalah tepat setelah terbitnya matahari. Namun dianjurkan untuk menundanya sampai matahari setinggi tombak. Pendapat ini diriwayatkan An Nawawi dalam kitab Ar-Raudhah. Sedangkan sebagian ulama Syafi’iyah lainnya berpendapat bahwa sholat Dhuha dimulai ketika matahari sudah setinggi kurang lebih satu tombak. Pendapat ini ditegaskan oleh Ar Rofi’i dan Ibn Rif’ah.

Kesimpulannya di awalinya waktu dhuha adalah ketika matahari sudah setinggi tombak dan boleh pula setelah matahari benar-benar terbit. Dan (dalam Mausu’ah Fiqhiyah Muyassarah) dijelaskan bahwa jarak satu tombak adalah dua meter menurut standar ukuran sekarang. Kemudian sebagian ulama juga menjelaskan, jika diukur dengan waktu maka matahari pada posisi setinggi satu tombak kurang lebih 15 menit setelah terbit. Jadi mudahnya, batas awal waktu dhuha adalah 15 menit setelah waktu terbit matahari

Batas akhir waktu sholat dhuha adalah sebelum waktu larangan sholat, yaitu ketika bayangan tepat berada di atas benda, tidak condong ke timur atau ke barat. Jadi, waktu akhir sholat dhuha adalah kurang lebih 15 menit sebelum masuk waktu dzuhur.

Adapun waktu Dhuha yang paling afdhol, sebagaimana riwayat dari Al Qosim As Syaibani bahwasanya Zaid bin Arqam rodhiallohu anhu melihat beberapa orang melakukan sholat Dhuha, kemudian Zaid mengatakan: “Andaikan mereka tahu bahwa sholat setelah waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Nabi sholallohu alaihi wasallam bersabda,

”Sholat para Awwabin (dhuha) adalah ketika anak onta mulai kepanasan.” (HR. Muslim)

Imam An-Nawawi rohimahulloh mengatakan (dalam kitab Syarh Shahih Muslim) mengatakan bahwa ulama madzhab kami (Syafi’iyah) mengatakan: “Waktu ketika matahari mulai panas adalah waktu yang paling utama untuk melaksanakan sholat dhuha, meskipun dibolehkan sholat sejak terbit matahari sampai menjelang tergelincirnya matahari.

 

Dijawab oleh Tim Lajnah Ilmiah Radio Fajri


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05