PBB memperingatkan bahwa air dari sumur di kamp pengungsian Rohingya di Bangladesh terkontaminasi. Dalam hal ini, jubir Christophe Boulierac memaparkan bahwa 62% air di kamp pengungsian di Bangladesh telah terkontaminasi kuman yang menyebabkan diare akut.

Sejak tanggal 25 Agustus sampai 11 November 2017, kasus diare telah menimpa sebanyak lebih dari 30 ribu warga Rohingya dan menewaskan 10 orang.

Selain itu badan migrasi PBB, membeberkan bahwa puluhan ribu pengungsi Rohingya di Shamlapur, Leda dan Unchiprang beresiko mengalami kelaparan akut karena tidak ada bantuan yang masuk.

Kasus ini dikarenakan, tidak adanya program bantuan kemanusiaan yang masuk dan perhatian internasional berfokus pada krisis kemanusiaan di Kutupalong dan Balukhali.

(kiblat.net)