Seperti yang dilansir media lokal pada Selasa (27/10) mengungkapkan bahwa, selain memaparkan tentang kesesatan aqidah dan ibadah Syiah, Ustadz Farid Ahmad Okbah juga menyampaikan kepada jamaah bahwa betapa bahayanya gerakan Syiah di Indonesia.

Dirinya juga mencatat tentang konflik Sunni-Syiah di Indonesia, yang telah terjadi sebanyak 20 kali yang terkhir yaitu mereka menyerbu kampungnya ustadz Arifin Ilham. Sebelumnya pengadilan negeri hingga Mahkamah Agung, juga telah memutuskan kalau Syiah Sampang Tajul Muluk itu bersalah karena menistakan Al-Quran dan agama Islam.

Ustadz Farid juga mengungkapkan bahwa pada tanggal 15-18 Agustus 2015 lalu, sebanyak 800 tokoh Syiah dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Teheran termasuk dari Indonesia. Beberapa hal yang disepakati pada pertemuan itu, antara lain adalah menjaga kelestarian acara-acara Syiah di seluruh dunia. Terkait acara-acara Syiah di Indonesia, Ustadz Farid memaparkan roadmap mereka, bahwa tujuan diadakannya perayaan itu adalah untuk revolusi.

[al-khad/fajrifm/azmuttaqin/arrahmah.com]