Dari Bilhaq di Rangkasbitung, Banten

Bagaimana jika seorang suami dipaksa mentalak istri keduanya karena istri pertamanya mengancam akan bunuh diri? Apakah jatuh talaknya?

[divide]

Jawab:

Wa’alaikumsalam warohmatullohi wabarokaatuh

Menurut jumhur ulama bahwa seseorang yang dipaksa untuk menjatuhkan talak (cerai) terhadap isterinya maka talak tersebut tidaklah jatuh dikarenakan orang itu tidak meniatkan untuk menceraikannya. Adapun niat yang ada didalam diri orang itu adalah menghindari kemudaratan atau bahaya yang akan menimpa dirinya, sebagaimana sabda Rasululloh sholallohu alaihi wasallam, ”Sesungguhnya Alloh telah membebaskan umatku karena keliru, lupa dan mereka yang dipaksa.” (HR. Ibnu Majah dan Baihaqi)

Juga sabda Rasululloh sholallohu alaihi wasallam, “Tidak dianggap mentalak dan memerdekakan jika pelakunya dalam keadaan terpaksa.” [Hadits Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah dan hadits ini dishahihkan oleh Al-Hakim]. Inilah pendapat yang kuat.

Kemudian perlu diketahui pula sebagai mana dikutip dari kitab al Mujmu’ juz 16, hal 67, bahwa tidaklah disebut terpaksa kecuali dengan tiga persyaratan:

  1. Orang yang dipaksa tersebut dalam keadaan ditekan dan tidak kuasa menghalaunya.
  2. Orang yang dipaksa tersebut betul-betul menduga kuat bahwa sesuatu yang diancamkan terhadapnya akan terjadi.
  3. Sesuatu yang diancamkan terhadapnya adalah yang membawa celaka/bahaya seperti pembunuhan, pemutusan, penganiayaan, penahanan untuk waktu yang lama dan lainnya.

Jadi jika tekanan yang dilakukan istri pertama terhadap suami begitu berat sehingga dia tidak memiliki pilihan lain kecuali mengucapkan kata talak maka talak itu tidaklah jatuh walaupun dia telah mentalak istri keduanya, dengan syarat istri pertamanya diduga kuat benar-benar akan melaksanakan ancamannya tersebut.

Kemudian perlu diingat pula bahwa seorang suami adalah pemimpin atas istri-istrinya, dan salah satu tugas pemimpin adalah mendamaikan persengketaan dan memberikan nasehat kepada mereka yang berpaling dari aturan Alloh. Jadi tatkala istri pertama anda telah reda emosinya, bicarakanlah permasalahan keluarga anda dengan baik dan ajaklah ia untuk bertakwa kepada Alloh, karena tidak pantas seorang muslimah yang bertakwa melakukan hal tersebut, yakni mengancam akan bunuh diri. Wallohu a’lam.

 

Dijawab oleh Tim Lajnah Ilmiah Radio Fajri


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05