Pasukan bersenjata nasional Turki mengumumkan pihaknya telah melakukan operasi peninjauan di provinsi Idlib Suriah sejak Ahad (08/10/2017) kemarin yang bertujuan mendirikan sebuah zona untuk mengurangi ketegangan.

Pernyataan militer Turki kepada media pada Senin (09/10/2017) kemarin mengatakan, angkatan bersenjata Turki memulai survei dengan tujuan mendirikan pos-pos pengawas dalam kerangka proses atau pembentukan zona de-eskalasi di provinsi Idlib.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan peluncuran operasi militer baru di Suriah menggunakan faksi-faksi oposisi Suriah dukungannya dengan dilindungi oleh militer Turki.

Operasi ini bagian dari upaya untuk membangun zona tanpa kekerasan di Suriah. Zona itu disepakati dalam pembicaraan Astana antara oposisi dan rezim Suriah. Pembentukan zona ini dijadikan tahap awal menuju pembicaraan damai lebih serius untuk konflik Suriah.

Sampai saat ini, ada tiga wilayah yang sudah berhasil diterapkan kesepakatan zona de-eskalasi. Wilayah itu, Ghouta Timur, di dekat Damaskus dan pusat Homs, serta bagian selatan Suriah, di mana mereka dipantau oleh polisi militer Rusia.

(kiblat.net)