Oleh: Salim, S.Ud

Imam al-Bukhori rohimahulloh meriwayatkan satu hadits bahwa,

“Suatu hari ada salah seorang laki-laki datang menemui Nabi sholallohu alaihi wasallam kemudian ia berkata: berilah aku wasiat, lalu Nabi sholallohu alaihi wasallam menjawab: jangahlah kau marah, lalu orang tersebut mengulangi lagi permintaannya, namun dijawab oleh Nabi sholallohu alaihi wasallam dengan jawaban yang sama yaitu janganlah engkau marah”.

Apa rahasia dibalik nasihat Nabi sholallohu alaihi wasallam diatas? Mari perhatikan hadits berikut ini:

“Dari Abu Darda berkata, aku berkata, wahai Rosululloh tunjukkan aku pada satu amalan yang dapat memasukkanku ke dalam surga, lalu beliau menjawab: “janganlah kamu marah, maka bagimu surga ”. (HR. Thobroni), dalam riwayat yang lain pula,

“Bahwasannya Nabi sholallohu alaihi wasallam bersabada: barangsiapa menahan marah padahal ia mampu untuk melakukannya, maka Alloh akan memanggilnya di hadapan para makhluk-Nya pada hari kiamat kemudian Alloh menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia kehendaki.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ahmad, dihasankan oleh al-Albani rohimahulloh)

Subhanalloh, rahasia yang begitu agung, pahala begitu besar berupa jannah dan bidadari dibalik menahan rasa marah. Namun, seringkali rasa marah itu muncul dan tak bisa dihindari oleh kita, dengan berbagai alasan sehingga memicu bara api kemarahan itu meluap. Lantas, bagaimana cara mengatasinya ketika hal tersebut terjadi? Beberapa tips untuk meredam rasa marah, yaitu:

  1. Membaca Ta’awudz (perlindungan dari setan)

Hal ini berdasarkan hadits berikut,

Telah bercerita kepada kami Sulaiman bin Shurod, dia berkata: Ada dua orang laki-laki saling mencaci di sisi Nabi sholallohu alaihi wasallam dan kami sedang duduk di samping beliau dan salah satunya mencaci saudaranya dengan penuh kemarahan, telah memerah matanya, maka Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda: sesungguhnya aku mengetahui satu kalimat yang jika engkau membacanya pasti akan hilang marah yang engkau rasakan, beliau  berkata, “a’udzubillahi minasysyaithonir rojim, maka mereka berkata kepada laki-laki tadi, tidakah engkau mendengar apa yang dikatakan Nabi sholallohu alaihi wasallam, dia menjawab, sesungguhnya aku bukanlah orang yang gila.” (HR. Bukhori)

  1. Rubah posisi (baik duduk atau berbaring)

Dari Abu Dzar rodhiallohu anhu berkata sesungguhnya Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda kepada kami, “Jika salah seorang diantara kalian marah dan dia dalam keadaan berdiri, maka duduklah, apabila marahnya tidak kunjung hilang juga, maka berbaringlah (miring)” (HR. Abu Dawud dan Ahmad, dishohihkan oleh al-Albani rohimahulloh)

  1. Diam

Dari Ibnu Abbas rodhiallohu anhu, dari Nabi sholallohu alaihi wasallam bersabda: “Ajarilah, permudahlah, dan jangan menyusahkan. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam”. (HR. Ahmad, dishohihkan oleh al-Albani rohimahulloh)

  1. Memaafkan

Alloh ta’ala berfirman:

وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ 

“… dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Alloh menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (QS. Ali Imron [3]: 134)

Ketika menahan kemarahan saja dapat memiliki keutamaan yang begitu agung, yaitu diseru dihadapan makhluk, dan diseru untuk memilih bidadari mana saja yang diinginkannya dan surga dijanjikan untuknya, lantas bagaimana orang yang menahan marah lalu memaafkannya, tentu hal ini lebih besar lagi.

Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya marah itu dari setan, dan sesungguhnya setan diciptakan dari api. Yang dapat memadamkan api hanya air. Maka kalu salah seorang kalian marah, hendaklah ia berwudhu.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad, didhoifkan oleh al-Albani) 

Walaupun hadits ini dhoif, namun ada faidah yang bersesuaian yang kita ketahui bahwa tidak ada lawan dari pada api kecuali air, lawan dari panas kecuali dingin. Demikian pula ketika seseorang sedang marah, pasti ia merasa panas, karena bara api kemarahan yang bergejolak maka salah satu upaya untuk meredakannya yaitu dengan air, yaitu dengan berwudhu.

  1. Bersujud

Dalam sebuah hadits yang panjang, Nabi sholallohu alaihi wasallam bersabda:

“…Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati anak adam, tidaklah engkau melihat merah kedua matanya, dan tegang urat darah dilehernya? Maka barangsiapa menjumpai hal itu, maka hendaklah ia melekatkan (menempelkan/ menyungkurkan) ketanah (sujud)…” (HR. Tirmidzi dan Ahmad, dikatakan hadits hasan)

Demikian tips Islami yang bisa kita kupas pada edisi kali ini, semoga bermanfaat, dan semoga kita dapat memasuki surga Alloh subhanahu wa ta’ala salah satunya dengan menahan marah. Amin, Wallohu ta’ala a’lam…

Artikel: Gerimis


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05