Dari Abu Husna di Bekasi,

Ustadz, Bagaimana dengan keadaan orang yang tahu sunnah, sering mngikuti kajian sunnah, tahu antara hak dan batil, tapi dia tidak mau mengamalkan karena takut dibenci dan dikucilkan dari keluarga dan masyarakat sekitar?

[divide style=”2″]

Jawaban:

Perlu dipahami bahwa Ilmu dituntut agar diamalkan, yaitu dengan mewujudkan ilmu dalam praktek nyata, yang tampak dalam bentuk pola pikir seseorang dan perilakunya. Terdapat nash-nash syari’at yang mewajibkan untuk mengikuti ilmu dengan amalan dan agar pengaruh dari ilmu yang dipelajari muncul pada diri orang yang menuntut ilmu. Sebaliknya, terdapat ancaman yang keras terhadap orang yang tidak beramal sesuai dengan ilmunya. Begitu pula bagi orang yang tidak memulai perbaikan dari dirinya sendiri sebelum memperbaiki diri orang lain.

Fudhail bin ‘Iyadh rohimahulloh berkata, “Seorang yang berilmu itu masih dianggap Jaahil atau bodoh apabila dia belum beramal dengan ilmunya. Apabila dia sudah mengamalkan ilmunya maka jadilah dia seorang yang benar-benar berilmu.”

Adapun jika sebab tidak mengamalkan ilmu tersebut karena takut dibenci dan dikucilkan oleh keluarga serta masyarakat, maka ingatlah bahwa Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman,

يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ لَكُمْ لِيُرْضُوكُمْ وَاللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَقُّ أَنْ يُرْضُوهُ إِنْ كَانُوا مُؤْمِنِينَ

“Padahal Alloh dan Rosul-Nya Itulah yang lebih patut mereka cari keridhoannya jika mereka adalah orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah []: 62)

Rosululloh sholallohu alaihi wasallam juga bersabda,

Barangsiapa yang mencari ridha Alloh dengan (mengacuhkan) kebencian manusia maka Alloh mencukupkannya dari beban manusia, dan barangsiapa yang mencari ridha manusia dengan (mengesampingkan) kemurkaan Alloh maka Alloh akan menguasakan manusia atas dirinya. (HR. Tirmidzi)

Betapa banyak orang yang memilih untuk meraih keridhoan manusia dengan mengorbankan syari’at Alloh subhanahu wa ta’ala. Mereka nekad melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap syari’at Alloh. Tapi yang menjadi pertanyaan apakah akhirnya yang mereka raih..???

Betapa banyak orang yang melakukan demikian dengan penuh harapan untuk dipuji dan diridhoi oleh manusia namun akhirnya mereka tidak memperolehnya, bahkan apa yang mereka peroleh berbalik dengan apa yang mereka harapkan.

Memang benar, terkadang mereka berhasil meraih pujian manusia dengan mengorbankan syari’at Alloh, akan tetapi apakah pujian ini akan langgeng? Tentu tidak, suatu saat Alloh akan merubah pujian tersebut menjadi celaan.

Oleh karena itu, hendaknya seorang yang telah mengetahui yang hak berteguh hati untuk melaksanakan apa yang telah ia ketahui, tanpa khawatir terhadap celaan orang yang mencela. Inilah di antara karakter suatu kaum yang dicintai Alloh subhanahu wa ta’ala, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya,

يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ

“…Maka kelak Alloh akan mendatangkan suatu kaum yang Alloh mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Alloh, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Alloh, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya…” (QS. Al-Maidah [5]: 54)

Wallohu a’lam.

Dijawab oleh Tim Lajnah Ilmiah Radio Fajri


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05