Profile Radio FajriFM

Suara Kebangkitan Islam

Tentang Radio FajriFM

PT. Radio Fajar Imani adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa penyiaran lembaga penyiaran radio swasta yang beralamat di Jl. Raya Cimanglid, No. 61 Desa Sukamantri Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor. Atau  lebih dikenal dengan sebutan nama di udara FAJRI FM dalam rangka menjawab kebutuhan masyarakat tentang pentingnya dakwah dan informasi Islam yang menyeluruh sesuai dengan pemahaman Nabi Muhammad sholallohu alai wasallam dan para Sahabatnya rodhiallohu anhum. Dan diharapkan dengan adanya radio FAJRI FM ini dakwah Islam akan mudah tersebar di wilayah Bogor dan sekitarnya. Radio FAJRI FM dengan mottonya “Suara Kebangkitan Islam” senantiasa mencoba menyajikan informasi dan kajian-kajian keagamaan yang bersumber pada dalil-dalil yang  benar dan shohih, mencerdaskan dan memahamkan ummat sehingga kehidupan yang mereka jalani berada pada jalan yang lurus, moral  dan spiritual yang baik. Serta memberikan informasi-informasi edukatif kepada masyarakat  luas.

Dengan eksistensi radio dakwah Islam FAJRI FM yang mempunyai warna dan ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh radio-radio lain yaitu siarannya full time dakwah Islam, Insya Alloh FAJRI FM dapat menjadi salah satu pilar kebangkitan ummat menjadi masyarakat agamis yang dewasa ini semakin terjadi kemerosotan moral dan spiritual.

Sejarah Radio Fajri

Radio FAJRI FM telah berdiri sejak tahun 2000 dengan nama Radio Al-Iman di frekuensi AM dengan program siaran yang masih sederhana dan peralatan siaran yang juga sangat sederhana. Namun tantangan dakwah semakin kompleks, sehingga pihak Yayasan menginginkan adanya peningkatan kualitas siaran. Sehingga di tahun 2004 radio ini berganti  nama menjadi RIAS AM, tentu bukan sekedar berganti nama, namun radio ini pun mengalami banyak perubahan, baik dari sisi acara yang sudah semakin menarik dan peralatan yang semakin baik.

Semakin lama ternyata banyak masyarakat yang menyukai radio ini, sehingga pihak manajemen terpanggil untuk meningkatkan kualitas siaran. Agar pendengar semakin nyaman dalam mendengarkan, maka pada tahun 2006 radio ini mengalami perubahan frekuensi dari AM ke FM. Alhamdulillah, setelah beralih menjadi RIAS FM, pendengar semakin banyak dan radio ini pun terus berkembang.

Di tahun 2007 radio RIAS FM kembali mengalami perubahan nama menjadi FAJRI 91.4 FM. Seiring dengan padatanya kanal frekuensi dan sulitnya menjangkau wilayah yang lebih jauh, maka di tahun 2011 hingga saat ini ditetapkanlah frekuensi Radio FAJRI FM adalah 99.3  Mhz berdasarkan IPP (Izin Penyelenggaraan Penyiaran) Tetap, No.236/KEP/M.KOMINFO/04/2012. Dan saat ini radio Fajri FM sudah memiliki cabang resmi di Bandung, yakni di frekuensi 1458 AM. Rencananya radio Fajri FM akan mendirikan cabang-cabang radio lain  hingga seluruh Indonesia.

Tujuan

Agar dakwah dalam membumikan manhaj Ahlu Sunnah wal Jama’ah ketengah-tengah masyarakat menjadi lebih maksimal dan menjangkau daerah-daerah di berbagai pelosok, sebagaimana kita ketahui, banyak saudara kita di sana yang masih sangat kental dengan adat budaya nenek moyangnya, sehingga perpaduan antara agama dengan budaya pun sangat rentan terjadi, maka tugas kitalah untuk memurnikan syariat Islam yang sesuai dengan al-Quran dan sunnah Nabi-Nya

Dasar Pemikiran

  • “Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali- Imron [3] : 104)
  • “Dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, semuanya masuk neraka, kecuali satu golongan. Para Sahabat Rosul bertanya : ‘Siapakah golongan (yang selamat) itu wahai Rosululloh ?’ Beliau menjawab : ‘(yaitu golongan yang berpegang teguh) dengan apa yang aku dan Sahabatku berpegang kepadanya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
  • “Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka cegahlah dengan tangannya, jika tidak mampu, maka cegahlah dengan lisannya dan jika tidak mampu juga, maka cegahlah dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)