بسم الله الرحمن الرحيم

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ».

Allahu akbar, Allahu akbar la ilaha illaLlahu Allahu akbar walillahilhamd

Kaum muslimin yang berbahagia

Hari ini, kita kembali menjadi saksi, betapa luasnya kasih-sayang Allah SWT  kepada kita semua. Pagi hari ini, kita kembali merasakan betapa besarnya rahmat dan ampunanNya untuk kita semua.

Dosa demi dosa kita kerjakan nyaris sepanjang hari. Perintah demi perintahNya hampir kita abaikan setiap saat. Tapi lihatlah,wahai hamba Alloh, Allah SWT yang Maha Pengasih itu tidak pernah bosan memberikan kesempatan demi kesempatan kepada kita untuk bertaubat dan kembali padaNya. Allah SWT  yang Maha Penyayang itu tidak pernah menutup pintu ampunanNya yang luas.

Allahu akbar, Allahu akbar, la ilaha illaLlahu Allahu akbar walillahilhmad 

Hari ini adalah hari raya agung bagi seluruh kaum Muslimin dan Muslimat dimana saja dia berada, karenanya dihari ini kita diperintah untuk mengagungkan Allah sebanyak-banyaknya dengan bertakbir kepada-Nya ditambah dengan tiga hari sesudahnya yaitu pada hari-hari tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13). Dan amalan yang paling afdhal pada hari ini setelah kita berhari Raya ialah mengalirkan darah hewan qurban sebagaimana diterangkan dalam riwayat-riwayat yang shohih dari rosululloh SAW.

Kaum muslimin rohimakumulloh,

Nabiyullah Ibrahim AS, adalah tokoh sentral yang selalu dikenang di setiap hari raya Iedul Adha. Beliau selalu dikenang, karena pengorbanan yang luar biasa dalam ketundukan kepada Allah, yang berwujud ketaatan agung yang tidak tertandingi, mulai dari hijrah hingga keikhlasan mengorbankan puteranya,  dalam peristiwa penyembelihan, yang berakhir dengan syariat kurban hingga saat ini. Beliau dijadikan panutan, karena kemuliaan beliau sebagai hamba Allah yang memiliki keutamaan-keutamaan yang sangat banyak. Di dalam al-Qur’an surah an-Nahl (16): 120, Allah  berfirman:

{إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ}

 “Sesungguhnya Ibrahim, adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan, lagi patuh kepada Allah dan hanif, dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang menyekutukan Alloh”.

Di samping sebagai Rasul utusan Allah,  yang sempurna menjalankan tugas berat tersebut, beliau dalam kehidupan kemanusiaannyapun, berhasil mendidik istri dan keturunan beliau berjalan di atas jalan Allah. Di dalam Qs. al-Baqarah (02): 132

{وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَابَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ}  

“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya`qub. (Ibrahim berkata): “Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagi kalian, maka janganlah kalian  mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.

Kaum Muslimin rahimakumulloh,

Kunci keutamaan Khalilullah (Kekasih Allah) Ibrahim AS, dalam ketundukan kepada Rabbnya,  adalah rasa tsiqah (yakin) beliau kepada segala perintah-perintah-Nya, beliau sangat yakin, bahwa di dalam perintah-perintah-Nya pasti terkandung maslahat, baik  nampak ataupun tidak, saat ini ataupun di kemudian hari. Rasa tsiqah ini berwujud iman dan yakin,  yang senantiasa memenuhi relung hati, lisan dan perbuatan beliau, sehingga kalimat yang keluar di saat datang perintah adalah, sebagaimana firman Allah dalam Qs. al-Baqarah (02):131,

{إِذْ قَالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ}

“Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: “Tunduk patuhlah engkau!” Maka Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam”.

Kaum Muslimin Rahimakumullah,

Dari sifat Nabiyullah Ibrahim AS di atas, setidaknya ada dua hal penting yang harus kita miliki dalam kehidupan kita:

  1. Rasa tsiqah (yakin) kepada ketetapan Allah, yang menghasilkan keimanan yang kuat akan segala janjiNya, berupa kebahagiaan bagi orang yang taat dan tunduk, serta kebinasaan bagi orang yang membenci, menolak atau mengganti ketetapan tersbut.

Allah berfirman dalam Qs. Muhammad (47): 9

{وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ  ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ}

“Dan orang-orang yang kafir,  maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amal-amal mereka. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Qur’an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka”.

            Di dalam ayat lain Qs. Thaha (20): 75-76, Allah  berfirman:

{وَمَنْ يَأْتِهِ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ الصَّالِحَاتِ فَأُولَئِكَ لَهُمُ الدَّرَجَاتُ الْعُلا 0 جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ جَزَاءُ مَنْ تَزَكَّى}

“Dan barangsiapa yang datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman serta sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia), (yaitu) surga `Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan)”.

 Kaum Muslimin yang berbahagia,

Syariat Allah bukanlah untuk diperdebatkan atau dipertentangkan, apalagi dijadikan sebagai bahan pooling pendapat untuk disetujui atau tidak, ia adalah ketetapan yang mutlak harus diterima, sebab ia datang dari Sang Pencipta Yang Maha Mengetahui segala-galanya, Dialah satu-satunya yang mengetahui mashlahat dan mudharat bagi umat manusia, ketetapanNya penuh keadilan, hukum-hukumNya penuh kebijakan, tidaklah Ia ditanya tentang perbuatanNya sebaliknya umat manusialah yang akan ditanya tentang seluruh amal mereka di dunia.

Merubah satu dari ketetapan Allah , atau membenci apalagi sampai menolaknya dengan alasan apapun, adalah bentuk-bentuk kekafiran yang pelakunya terancam murtad dari agama Islam, sebaliknya, menerima hukum-hukumNya adalah syarat mutlak benarnya iman seseorang sebagaimana yang tersebut di dalam Qs. an-Nisaa (04): 65, Allah berfirman:

{فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا}

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman, hingga mereka menjadikan engkau hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka, terhadap putusan yang kau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya”.

Saat ini, banyak hukum Allah yang diperdebatkan, sehingga mayoritas hukum-hukum tersebut ditolak,  hanya dengan alasan logika yang sangat pendek, dalil agama dipelintirkan tidak sesuai dengan maksud dan tujuannya diturunkan. Tidakkah orang-orang itu sadar bahwa yang mereka tentang adalah hukum Allah, bukan hukum buatan manusia ? Tidakkah lagi ada rasa takut dalam diri kita semua, jika terang-terangan menolak hukumNya ? Jika Abu Bakar as-Shiddiq RA saja berkata: “Langit manakah yang akan menaungiku, bumi manakah yang akan menerimaku jika aku berkata tentang al-Qur’an, yang aku tidak memiliki ilmunya ?” Maka apa yang akan kita katakan,  melihat perbuatan  sebagian manusia seperti ini, tanpa ada rasa takut kepada Allah sedikitpun ? Kemanakah orang-orang beriman yang mengaku tunduk kepada Allah  dan senantiasa menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar ? Sadarlah wahai umat Islam, sadarlah  bahwa berbagai  musibah dan bencana yang menimpa kita selama ini, bisa jadi teguran atau bahkan adzab Allah  akibat kelalaian dan keteledoran kita, bangkitlah dan katakan TIDAK kepada segala bentuk penentangan terhadap hukum-hukum Allah.

{أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ}

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan tunduk kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelum mereka, dimana telah diturunkan Al Kitab kepada mereka, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik”.

  1. Qudwah Shalihah atau panutan yang baik. Manusia butuh kepada orang yang bisa mewujudkan Islam hakiki dalam kehidupan sehari-harinya, sebab tabiat setiap manusia memang adalah meniru atau mengikti orang lain.

Seorang panutan yang baik, Ia mewarisi dari Rasulullah  dan para shahabat beliau  sunnah yang suci dan menghidupkannya dalam perilaku lurus dan bersih, perbuatannya sesuai perkataannya, tegas dalam kebenaran dan sayang kepada para pengusungnya.

Kaum muslimin yang berbahagia, setiap kita dapat menjadi panutan jika bisa menjaga perbuatan baik dan konsisten dalam menjalankan syariat Allah  sebagai bentuk ketundukan kepadaNya. Hal ini sebagaimana firman Allah  dalam Qs. al-Furqan (25): 74

{ وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا}

“Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.

Para mufassirin -di antaranya adalah Abdullah ibnu Abbas - berkata: “imam” artinya pemimpin yang menjadi panutan dalam kebaikan.

Krisis panutan saat ini begitu terasa bagi kita kaum muslimin, walau di antara kita tidak sedikit yang memiliki ilmu tentang Islam atau yang begitu hebat berbicara tentang agama, namun yang menghidupkan Islam dalam kehidupannya dari semua yang ada tersebut masih sangat sedikit, bahkan terkadang justru para tokoh yang disebut “pakar” atau “cendekia” itulah yang membuat kebingungan di tengah umat akibat perkataan dan perbuatannya yang berbeda-beda dan saling kontradiktif. Belum lagi fenomena para da’i entertainment yang lebih mengedepankan unsur hiburan demi meraih banyak penggemar, dengan melupakan inti dakwah yang harus disampaikannya, atau bahkan menggantinya dengan berbagai kepalsuan-kepalsuan yang hanya akan mengundang kemurkaan Alloh SWT. Padahal seorang qudwah adalah dia yang bukan saja memberikan keteduhan kepada umat karena wejangan dan nasihatnya yang senantiasa membawa mashlahat tapi juga ketaatannya kepada Allah  begitu besar karena rasa takut yang terpatri di dalam dadanya. Di dalam Qs. Fathir (35): 28, Allah  berfirman:

{إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ}

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama”.

Salah seorang tabi’in yaitu Said ibnu Jubair rahimahullah berkata: “rasa takut adalah rasa yang menghalangi seseorang dari maksiat kepada Allah ”.

Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Yang demikian itu adalah karena siapa yang pengetahuannya tentang Allah  lebih sempurna maka rasa takutnya kepada Allah juga semakin tinggi”.

Saatnya krisis panutan ini diatasi dengan mendidik diri dan keturunan kita untuk tunduk dan patuh kepada ketetapan Allah  dengan berislam yang komitmen dan komprehensif. Semoga Allah  menambahkan hidayahNya untuk kita semua.

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil Hamd

Kepada kaum muslimah, jagalah diri dan jangan terperdaya oleh tipu muslihat kaum pemuja syahwat. Simaklah firman Allah  sebagaimana yang terdapat dalam Qs. an-Nisa’ (04): 27

{وَاللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَنْ تَمِيلُوا مَيْلاً عَظِيمًا}

“Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).”

Allah mengajak anda ke syurga dengan jalan yang mudah yaitu dengan menerima sepenuh hati segala ketetapanNya dalam agama ini serta melaksanakan anjuran Rasulullah  dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad ibnu Hambal dari Abdurrahman ibnu Auf 

(( إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ ))

“Jika seorang wanita telah melaksanakan shalat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga harga diri dan kemaluannya, serta taat kepada suaminya maka akan dikatakan kepadanya masuklah ke dalam syurga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki.”

Tidak sedikit gerakan-gerakan feminis saat ini yang mengatas namakan perjuangan untuk kaum wanita namun tidak diridhoi Allah  akibat penentangan mereka terhadap prinsip agama dan moral kaum muslimin, sadarlah bahwa hanya Islamlah satu-satunya sistem hidup yang memuliakan kaum wanita, jika anda mencari selain Islam maka justru kehidupan anda hanya akan menjadi bahan komoditas yang laku ketika masih segar namun dicampakkan setelah renta dan layu.

Teruntuk para pemuda, anda semua adalah sosok yang sangat identik dengan perubahan karena anda adalah penggerak bahkan pelaku sebuah perubahan. Di berbagai negeri dan di sepanjang zaman kita saksikan bagaimana para pemuda menorehkan tinta emas dalam perjalanan sejarah bangsa mereka. Karya besar yang telah mereka torehkan terukir indah tak lekang ditelan masa. Prestasi gemilang mereka selalu dikenang dan menjadi energi pengobar semangat juang. Berapa banyak bangsa terjajah yang kemudian bangkit melakukan perlawanan dan pada akhirnya mampu tegak berdiri menjadi bangsa terhormat karena kebangkitan para pemudanya.

Kesuksesan yang diukir oleh para pemuda adalah teladan mulia yang diikuti oleh generasi selanjutnya. Bahkan, teladan mulia itu telah diabadikan oleh Alloh  di dalam al-Qur’anul Karim, kalam-Nya yang mulia. Perhatikanlah kisah patriotisme seorang remaja dalam Kisah Ashabul Ukhdud sebagai perjuangan besar dalam menyelamatkan umat manusia, juga kegigihan para remaja Ashabul Kahfi dalam mempertahankan keimanan mereka. Sejarah juga mencatat kisah-kisah heroik para remaja dari kalangan Sahabat yang mulia. Mereka adalah sosok-sosok tangguh yang telah mengibarkan panji Islam dan menyebarkan hidayah ke penjuru dunia.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah ketahuilah bahwa hari ini adalah hari suci, maka mari bersihkan diri kita dari segala kesyirikan dan dosa serta harta kita dengan bersedekah, juga mengikuti anjuran Allah  dan Rasulullah  untuk berkurban dengan menyembelih hewan kurban (udhiyah).

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil Hamd

Akhirnya marilah bersama menundukkan hati dan jiwa kita kepada Allah Yang Maha Perkasa, berdoa dan memohon belas kasih dariNya Yang Maha Mendengar dan Maha Memberi,

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين ،

Ya Allah, Tuhan kami, kembali di hari suci ini kami menghadapkan wajah kami kepadaMu, memohon belas kasih dan ampunanMu, kami sadar akan kesalahan dan kelalaian kami, nikmat dan anugerah yang banyak dariMu belumlah kami balas dengan penghambaan yang semestinya kepadaMu, bahkan dosa dan kekeliruan tidak pernah luput dari keseharian kami, Ya Allah, Tuhan kami, namun kamipun sadar dengan segala keyakinan bahwa kasihMu tak bertepi, ampunanMu tak terbatas, ampunkanlah dosa dan kesalahan kami, curahkanlah belas kasihMu kepada kami.

Ya Allah, kedua ayah ibu kami yang masih hidup ataupun yang telah kembali kepadaMu adalah orang yang pertama kali berjasa kepada kami, memperkenalkan kami kepadaMu, merawat, mendidik dan membimbing kami dengan penuh kesabaran, tak jarang air mata mereka tumpah karena ulah kami, kami mengingat NabiMu pernah bersabda bahwa siapa yang tak berterima kasih kepada sesama manusia maka dia tidak bersyukur kepadaMu, Ya Allah tak ada yang mampu kami berikan kepada kedua orang tua kami kecuali seuntai doa kepadaMu, untuk mengampunkan kekhilafan dan kesalahan mereka, melimpahkan kasih sayang dan rahmat kepada mereka, ampuni mereka yang telah wafat, bimbing dan tunjuki mereka yang masih bersama kami, dan jadikanlah kami orang yang mampu berbakti kepada mereka sesuai dengan tuntunanMu, Engkaulah Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan Doa.

Ya Allah, di sini dan di hari ini kami bergembira, hati kami dipenuhi rasa suka dan cita, namun sepenggal hati kami ini pula diselimuti duka dan kesedihan bila mengingat ada sebagian saudara kami di sana tak mampu seperti kami merayakan hari ini, mereka terusir dari tanah tempat tinggal mereka, terkekang oleh tirani jahat yang tak pernah rela akan agamaMu, terintimidasi oleh kekuatan zhalim yang gemar keangkuhan dan kepongahan. Ya Allah, masukkan rasa gembira ke dalam hati saudara-saudara kami sebagaimana yang Engkau berikan kepada. Ya Allah, hanya kepadaMu kami adukan besarnya kezhaliman musuh-musuhMu atas saudara-saudara kami, balaslah mereka dengan balasan setimpal, hancurkan kekuatan mereka, timpakan atas mereka apa yang telah mereka timpakan atas kami, Ya Allah Engkaulah satu – satunya Penolong dan Pelindung kami.

Ya Allah, di hari ini kami bertekad untuk tunduk dan patuh hanya kepadaMu, mempelajari dan mengamalkan agamaMu serta mengisi hidup kami dengannya, Ya Allah selamatkanlah kami semua dari segala kejahatan dan kecelakaan, janganlah Engkau timpakan atas kami musibah akibat perbuatan orang-orang zhalim di antara kami, dan anugerahkanlah untuk kami panutan yang baik dari kalangan kami sendiri, Ya Allah kami adalah hambaMu yang sangat butuh akan belas kasih dariMu.

Ya Allah kabulkanlah doa kami, penuhi permintaan kami ini, kamilah hambaMu yang lemah, harapan kami hanya kepadaMu, Engkau Maha Melihat, Engkaulah Penguasa Satu-satunya Yang Haq.

رَبَّناَ لاَ تُزِغْ قُلُوْبَناَ بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَناَ وَهَبْ لَناَ مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ ، رَبَّناَ آتِناَ فِي الدُّنْياَ حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِناَ عَذاَبَ النَّارِ، اللَّهُمَّ رَبَّناَ تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْناَ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ ، سُبْحاَنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُهُ الظَّالِمُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلىَ الُْمْرسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وصَلِّ اللَّهُمَّ عَلىَ نَبِيِّناَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05