Dari Ibu Bayu,

Assalamu’alaikum..

Ustad saya mau tanya jika ada istri yang mengajak suaminya berjamaah tapi suaminya bermalas-malasan jadi sholatnya berjamaah tapi pada akhir waktu yang di tentukan. Apakah sebagai istri harus menunggu suaminya dengan sholat berjamaah tapi akhir waktu sholat atau istri sholat sendiri tapi tepat waktu?

[divide]

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Jika yang dimaksud oleh penanya adalah sholat fardhu berjama’ah di rumah bersama istri, maka perlu diketahui bahwa hukum melaksanakan sholat fardhu secara berjama’ah di masjid adalah wajib bagi laki-laki. Banyak sekali dalil-dalil baik dari al-Qur’an maupun Sunnah yang menunjukkan kewajibannya. Di antaranya adalah, Allah  langsung memerintahkan dalam al-Quran agar shalat berjamaah, sebagaimana disebutkan dalam surat al-Baqoroh ayat 43,

وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (Al-Baqarah: 43)

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah  berkata, “makna firman Allah “ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’, faidahnya yaitu tidaklah dilakukan kecuali bersama jamaah yang shalat dan bersama-sama.

Bahkan saat perang berkecamuk, tetap diperintahkan shalat berjamaah. Hal ini merupakan perintah langsung dari Allah  yang termaktub dalam al-Quran surat an-Nisa ayat 102.

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah  ketika menjelaskan tafsir dari surat an-Nisa ayat 102 berkata, Ayat tersebut merupakan dalil yang sangat jelas bahwa shalat berjamaah hukumnya fardhu ain bukan hanya sunnah atau fardhu kifayah.  Seandainya hukumnya sunnah tentu keadaan takut dari musuh adalah udzur yang utama. Juga bukan fardhu kifayah karena Alloh menggugurkan kewajiban berjamaah atas rombongan kedua dengan telah berjamaahnya rombongan pertama… dan Allah tidak memberi keringanan bagi mereka untuk meninggalkan shalat berjamaah dalam keadaan ketakutan atau perang.

Sedangkan dalil dari sunnah, maka terdapat hadits dari Rasulullah  yang mengancam kepada setiap laki-laki yang tidak shalat berjamaah di masjid dengan membakar rumah mereka. Rasulullah  bersabda,

“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Dan masih banyak la`gi, dalil-dalil dari al-Qur’an dan Sunnah, juga penjelasan para ulama salafush sholeh tentang wajibnya sholat fardhu secara berjama’ah di masjid bagi laki-laki. Meninggalkan shalat jama’ah tanpa udzur syar’i itu berdosa bahkan termasuk salah satu dosa besar. Hendaknya orang yang telah melakukan hal itu segera bertaubat kepada Allah .

Setelah mengetahui hukum ini, maka sang istri hendaknya mengingatkan dan memotivasi suaminya untuk melaksanakan sholat fardhu berjama’ah di masjid. Sedangkan sang istri, melaksanakan sholat fardhu di rumah tepat pada waktunya. Karena sholat tepat pada waktunya merupakan amalan yang utama.


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05

%d bloggers like this: