Hidayatullah.com – Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin akhirnya menjawab keresahan masyarakat terkait tayangan video Youtube berjudul “Spesial: Kristenisasi Terselubung di Car Free Day Jakarta” yang dirilis rtkChannel HD. Menag dalam laman pribadinya www.lukmansaifuddin.com yang juga dimuat di laman Kemenag, Selasa kemarin (11/11) mengatakan bahwa Bila tayangan video itu benar adanya, selaku Menteri Agama ia ingin mengingatkan kepada masyarakat luas akan masih berlakunya Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Pedoman Penyiaran Agama. Yang diantaranya berbunyi:

Pertama, pengembangan dan penyiaran agama dilaksanakan dengan semangat kerukunan, saling menghargai dll. Kedua, penyiaran agama tidak boleh ditujukan terhadap orang-orang yang telah memeluk suatu agama lain dan tidak boleh pula dilakukan dengan cara-cara penyebaran pamflet, buletin, majalah, buku-buku, dan sebagainya di daerah-daerah kediaman umat yang beragama lain dengan dalih apapun. Ketiga, bilamana ternyata pelaksanaan pengembangan dan penyiaran agama menimbulkan terganggunya kerukunan hidup antar umat beragama, akan diambil tindakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kemudian Menag berharap agar Pedoman Penyiaran Agama tersebut tetap dihormati dan dipatuhi, serta menjadi acuan bersama dalam menjaga dan memelihara kerukunan antarumat beragama di persada nusantara.

Sebagaimana diketahui, dalam video berdurasi 23 menit 43 detik mempertontonkan sekelompok orang yang sedang melakukan bagi-bagi cindera mata kristiani terselubung di sekitar Jalan Thamrin-Sudirman. Dan yang menarik, di menit ke 14.30, reporter menangkap gambar seorang wanita ‘memaksa’ seorang nenek berjilbab untuk mempercayai Yesus. Tak urung, ulah wanita misionaris Kristen yang tertangkap video ini menjadi pembicaraan dan meresahkan masyarakat umum. [ed-Mu’adz/Fajrifm.com/Panji Islam/Cholis Akbar]