Pihak berwenang Mesir telah membatalkan rencananya untuk membuka gerbang perbatasan Rafah, yang rencananya akan dilaksanakan pada hari Senin (16/10/2017) kemarin. Pembatalan ini dilakukan karena perkembangan situasi keamanan di Sinai yang bergejolak.

Sebelumnya, pihak berwenang di Mesir sudah mengumumkan akan membuka gerbang penyeberangan Rafah dari Senin (16/10/2017) sampai Kamis (19/10/2017) untuk memberikan kesempatan keluar masuk warga dari Gaza ke Mesir dan sebaliknya. Padahal, penyeberangan Rafah merupakan satu-satunya jalan keluar dari Jalur Gaza ke dunia luar.

Melansir Arab Quds Press, tentara Mesir mengumumkan telah terjadi pembunuhan enam petugas keamanan dan 24 anggota kelompok bersenjata pada hari Ahad (15/10/2017) yang lalu.

Penyeberangan perbatasan Rafah menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir, dan pihak berwenang Mesir menutupnya hampir seluruh hari sepanjang tahun sejak Juli 2013. Gerbang dibuka beberapa hari jika sangat mendesak, pada selang waktu tertentu untuk melayani kasus-kasus kemanusiaan.

(islampos.com)