Pada hari Sabtu (23/09/2017), sebuah kelompok monitor melaporkan, sebanyak lebih dari 2.500  warga sipil tewas dalam operasi anti-teror yang dipimpin Amerika Serikat di Suriah sejak akhir 2014.

Dilansir Zaman Al Wasl, pihak Observatoriun Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di London menerangkan, jumlah korban tewas di antaranya sebanyak 615 anak dan 443 wanita. Korban tersebut dari beberapa provinsi di Suriah, seperti provinsi Hasakah, Raqqa, Aleppo, Idlib dan Deir al-Zour.

Koalisi yang dipimpin Amerika Serikat mendukung militer Kurdi yang menyerang pasukan Daesh, ternyata mereka juga menyerang warga sipil Suriah yang mngakibatkan banyak korban jiwa.

(islampos.com)