Pertanyaan: Apa hal yang menjadi penyebab penyakit futur dan bagaimana mengatasinya? Dari bunda Al harits

Jawaban:

Futur atau kemalasan adalah satu penyakit yang sering menyerang sebagian ahli ibadah, para da’i dan penuntut ilmu. Sehingga menjadi lemah dan malas, bahkan terkadang berhenti sama sekali dari melakukan aktivitas kebaikan, penyakit ini memiliki banyak dan bermacam-macam sebab. Apabila seorang muslim  selamat dari sebagiannya, maka sedikit sekali kemungkinan selamat dari yang lainnya. Sebab-sebab ini sebagiannya ada  yang bersifat umum dan ada yang bersifat khusus. Dan diantara sebab-sebab futur:

Hilangnya keikhlasan, Lemah dalam menuntut ilmu syar’i, Ketergantungan hati kepada dunia dan melupakan akhirat, Fitnah (cobaan) berupa istri, anak dan harta, Hidup di tengah masyarakat yang rusak, Berteman dengan orang-orang yang memiliki keinginan yang lemah dan cita-cita duniawi, Melakukan dosa dan maksiat serta memakan barang-barang yang haram, Tidak mempunyai tujuan yang jelas (baik dalam menuntut ilmu maupun berdakwah), Lemahnya iman, tidak mau bergaul dengan komunitas yang baik, Dan Lemahnya pendidikan.

Kemudian Diantara obat penyakit futur ini adalah:

Pertama: Memperbaharui keimanan. Yaitu dengan mentauhidkan Allah dan memohon kepada-Nya agar ditambah keimanan, serta memperbanyak ibadah, menjaga shalat wajib yang lima waktu dengan berjamaah di masjid, mengerjakan shalat-shalat sunnah rawatib, melakukan shalat tahajjud dan witir. Begitu juga dengan bersedekah, silaturahmi, berbakti kepada kedua orang tua, dan lain-lain dari amal-amal ketaatan.

Kedua: Merasa selalu diawasi Allah dan banyak berdzikir kepada-Nya.

Ketiga: Ikhlas dan bertakwa.

Keempat: Mensucikan hati (dari kotoran syirik, bid’ah dan kemaksiatan).

Kelima: Menuntut ilmu, tekun menghadiri pelajaran, majelis taklim, muhadharah ilmiyyah dan dauroh-dauoroh syar’iyyah.

Keenam: Mengatur waktu dan mengintrospeksi diri.

Ketujuh: Mencari teman yang baik (shalih).

Kedelapan: Memperbanyak mengingat kematian dan takut terhadap su’ul khatimah (akhir kehidupan yang jelek).

Kesembilan: Sabar dan belajar untuk sabar.

Kesepuluh: Berdoa dan memohon pertolongan Allah . Wallohu a’lam (ADMIN/FU)

%d bloggers like this: