Oleh: Ust. Solahudin, M.A

Alloh subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan semua manusia untuk beribadah kepada-Nya. Sholat , zakat, puasa, haji, dzikir, dan silaturahim adalah contoh ibadah yang ada dalam syariat-Nya. Ibadah-ibadah ini harus dilaksanakan oleh setiap hamba dengan karakteristik yang ditetapkan oleh-Nya. Setiap syariat memang mempunyai karakter dan syarat yang berbeda. Zakat bukan ibadah untuk orang mmiskin tapi ia ibadah khusus untuk orang yang memiliki harta dengan nisab tertentu. Puasa bukan ibadah untuk orang lemah tapi ia untuk orang yang sanggup melakukannya, bahkan seorang musafir tidak diwajibkan untuk berpuasa. Adapun sholat berbeda dengan ibadah yang lainnya, ia adalah ibadah yang harus dilaksanakan untuk orang yang kaya atau miskin, mukmin (berdiam diri di rumah) atau musafir (dalam perjalanan), kuat atau lemah, selama ia seorang muslim baligh, berakal dan bernafas maka tidak ada alasan untuk meninggalkan sholat.

Ibadah-ibadah ini jika dilaksanakan oleh pelakunya maka akan sangat dicintai oleh Alloh ta’ala, akan tetapi jika dirutinkan maka akan lebih dicintai lagi oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Aisyah rodhiallohu anhuma meriwatakan bahwa Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya amal ibadah yang paling disukai oleh Alloh subahahu wa ta’ala adalaha yang didawamkan (dirutinkan) walaupupn sedikit. Perawi (penyampai hadits) berkata: Aisyah rodhiallohu anhuma jika melakukan satu amalan maka dia merutinkannya.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain Aisyah rodhiallohu anhuma  berkata: Rosululloh sholallohu alaihi wasallam tidak pernah berpuasa sunnah dalam setiap bulan melebihi banyaknya puasa di bulan Sya’ban, dan beliau sholallohu alaihi wasallam bersabda:

“Kerjakanlah amalan yang kalian sanggupi, karena Alloh tidak bosan sampai kalian sendiri yang merasa bosan. Beliaupun bersabda: Amalan yang paling dicintai oleh Alloh adalah amalan yang dirutinkan walaupun sedikit.” (HR. Muslim)

Syaikh Zakariya rohimahulloh berkata:

“Dalam hadits ini terdapat tanda bahwa sederhana dalam melakukan perbidahan akan lebih menanamkan rasa takut kepada Alloh dan lebih baik daripada orang yang terlalu memaksakan ibadah, karena orang yang terlalu memaksakan ibadah tidak selamat dari kejenuhan berbeda dengan orang yang sederhana dalam ibadah, dan ketika datang kejenuhan biasanya dia akan meninggalkan ibadah secara total sehingga benarlah sabda Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bahwa sebaik-baik amal ibadah yaitu yang dirutinkan walapun sedikit.”

Al-Hafidz Zainudin Abdurrouf al-Munawi rohimahulloh berkata:

“Amalan sederhana tapi dirutinkan akan lebih banyak menuai pahala dan akan lebih banyak dilaksanakan hal itu karena meninggalkan amalan setelah dimulai seperti kegagalan setelah sampai, dan yang sedikit tapi rutin lebih baik, daripada banyak tapi terputus. Dan yang dimaksud terus menerus di dalam hadits ini adalah terus menerus secara adat yang kita kenal sebab jika maknanya terus menerus tanpa berbatas waktu maka hal ini tidak akan pernah disanggupi oleh siapapun dari makhluk Alloh.”

Dalam hadits lain dinyatakan bahwa Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda:

”Amalan yang paling dicintai oleh Alloh adalah engkau selalu membasahi lisanmu dengan zikir pada Alloh sampai mati.” (HR. Ahmad, Thobroni, Ibnu Hibban, dan lainnya)

Agama Islam memiliki kemudahan bahkan memang sangat mudah, agama Islam ini jika dibandingkan dengan agama-agama lainnya maka akan diketahui bahwa Islam-lah yang paling mudah. Tidaklah seseorang hamba mendalami dan melaksanakan ibadah dengan terlalu kuat dan meninggalkan sifat kelembutan maka dia akan dikalahkan sehingga sebaiknya seseorang berlaku sederhana dalam ibadah pada Alloh ta’ala. Beliau sholallohu alaihi wasallam  bersabda:

“Berlakulah benar (tanpa peremehan atau melampaui batas) dan jika tidak bisa melakukan perbuatan sempurna maka mendekatlah sesuai amalan rosul, dan berjalanlah di sebagian kegelapan malam dan berlaku sederhanalah dalam setiap amalan niscaya kalian akan sampai pada tujuan.” (HR. Bukhori)

Wallohu ta’ala a’lam.


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05