Sedikitnya tujuh warga Muslim terbunuh dan sejumlah lainnya terluka akibat bentrokan dengan warga Kristen di ibu kota Republik Afrika Tengah. Serangan terhadap minoritas Muslim di Negara tersebut meningkat beberapa bulan terakhir.

Seperti dilansir dari Al-Jazeera, Senin (13/11/2017) kemarin, kondisi ibukota memanas sejak Sabtu (11/11/2017) malam lalu ketika sebuah granat meledak di sebuah acara konser musik di kawasan Lingkaran Ketiga.

Beberapa saat kemudian, warga Kristen menyerang kampung Muslim sehingga terjadi bentrokan. Bentrok itu itu berlanjut hingga Ahad (12/11/2017) pagi.

Serangan milisi Kristen Anti-Balaka kepada minoritas Muslim meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Banyak organisasi kemanusiaan milisi tersebut melakukan kejahatan genosida terhadap warga Muslim.

(kiblat.net)