Ratusan orang dilaporkan memenuhi jalanan kota London, Inggris, untuk memprotes genosida terhadap etnis Rohingya di Myanmar.

Aksi protes yang diinisiasi oleh Arakan Rohingya National Organization atau ARNO itu berpusat di Downing Street, yang tak lain adalah kantor Perdana Menteri Inggris. Dalam aksi tersebut, beberapa peserta aksi membawa foto-foto grafis korban yang tewas dalam kekejaman terakhir yang menargetkan warga sipil Rohingya.

Nurul Islam, presiden ARNO mengatakan dalam aksi tersebut bahwa mereka ingin menarik perhatian pemerintah Inggris, yang merupakan anggota Dewan Keamanan PBB, dan sebuah negara yang kuat. Pemerintah Inggris harus campur tangan terhadap krisis kemanusiaan di Rohingya.

Nurul menambahkan, mereka sangat didorong oleh tindakan pemerintah Turki dan presidennya. Karena sebagaimana diketahui, pemerintah Turki adalah salah satu negara yang paling vokal menyuarakan pembelaan dan mengirimkan banyak bantuan untuk Rohingya.

(islampos.com)