Oleh: Hawari, M.E.I

Hari ini kita dapati wanita mulai memasuki berbagai lini kehidupan. Hampir semua jenis pekerjaan kita dapati wanita ikut terjun di dalamnya. Mulai dari sopir taksi dan bus way, petugas  SPBU , bupati bahkan sampai tingkat presiden.

Mereka merasa bangga ketika bisa melakukan pekerjaan sebagaimana kaum laki-laki. Bahkan hal tersebut mereka namakan dengan kebebasan dan kemerdekaan kaum wanita. Selama ini mereka mengklaim bahwa Islam adalah agama yang mendeskriditkan kaum wanita. Bahkan bukan sekedar itu, mereka  menuduh Islam sebagai agama yang membunuh potensi kaum wanita.

Padahal  sebaliknya, Islam adalah agama yang memerdekakan kaum wanita. Tidak ada satu ajaran agama yang lebih memuliakan wanita daripada Islam. Justru agama-agama selain Islamlah yang menistakan kaum wanita. Hanya saja kebencian mereka kepada Islam menutup tabir kemuliaan wanita di dalam Islam. Islam sendiri tidak melarang mutlak bagi kaum wanita untuk meniti kariernya di luar rumah. Hanya saja islam memberikan rambu-rambu dan batasan agar wanita yang memiliki karier di luar rumah senantiasa selamat, terjaga kehormatannya dan tidak terjatuh pada fitnah dan pelanggaran syariah. Adapun rambu-rambu tersebut yaitu:

  1. Pekerjaan yang dilakukan adalah pekerjaan yang mubah.

Jika seorang wanita muslimah terpaksa harus bekerja di luar rumah, maka pekerjaan yang dilakukan haruslah pekerjaan yang mubah/boleh. Tidak boleh dengan alasan memenuhi karier seorang muslimah bekerja sebagai SGP (sales girl promotion), foto model, penari latar, penunggu bar dan diskotik atau TKW. Hal itu karena pekerjaan tersebut adalah pekerjaan yang melanggar syariat. Memang pekerjaan tersebut sangat menggiurkan kaum wanita, namun sebagai seorang muslimah yang baik, hendaknya ridho Alloh ta’ala menjadi tujuan utama dalam setiap pekerjaannya.

  1. Tidak bertabarruj (berhias dengan cara jahiliyah)

Berhias tidak dilarang di dalam Islam asalkan pada tempatnya seperti berhiasnya seorang istri kepada suaminya. Namun di zaman ini kita dapati banyak wanita berhias saat keluar rumah seperti saat ke sekolah, bekerja atau sekedar mejeng di mall dan pinggir jalan. Inilah cara berhias ala jahiliah yang dilarang Alloh subhanahu wa ta’ala dan rosul-Nya. Selain berhias, mereka juga mengenakan baju tipis dan ketat, serta celana super pendek dengan bangga dan tidak merasa berdosa. Bahkan di beberapa perusahaan mempersyaratkan bagi pekerja wanitanya untuk berhias semolek mungkin dengan rok pendek dan kancing baju atas dibiarkan terbuka. Sungguh hal ini benar-benar musibah bagi kaum wanita.

Termasuk bertabarruj adalah mengenakan kerudung mini dan sempit. Atau baju ketat, tipis dan menampakkan lekukan tubuh meskipun jilbabnya terlihat agak lebar.

  1. Menjaga iffah

Wajib bagi wanita yang bekerja di luar rumah untuk menjaga iffah. Maksud menjaga iffah adalah menjaga kesucian dan kemulian diri sebagai seorang muslimah. Termasuk menjaga iffah adalah menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan. Tidak menjaga iffah jika seorang muslimah rela setiap hari berduan satu motor dengan tukang ojek. Mohon maaf bukan dalam rangka meremehkan tukang ojek, sama sekali tidak demikian. Tukang ojek merupakan pekerjaan yang mulia. Namun semata-mata karena ikhtilat dalam satu motor yang memang dilarang di dalam Islam. Jika mengharuskan seorang muslimah bermuamalah dengan lawan jenis, maka hendaknya dia berbicara dengan perkataan yang tegas dan tidak mendayu-dayu.

  1. Tidak ikhtilath/campur baur antara laki-laki dan perempuan.

Sedikit sekali perusahaan yang memisahkan karyawan laki-laki dan perempuan. Kebanyakan perusahaan atau instansi mencampurkan antara karyawan dan karyawati dalam satu tempat dan ruangan. Hal tersebut karena memang obsesi perusahaan mereka adalah profit oriented (hanya berorientasi pada profit tanpa mengindahkan aturan Islam). Dengan demikian kebanyakan mereka tidak peduli dengan etika bisnis islami yang benar. Oleh karena itu, jika seorang wanita harus bekerja di luar rumah, maka wajib ia memilih pekerjaan yang memang terhindarkan dari ikhtilat semaksimal mungkin.

  1. Aman dari fitnah.

Fitnah yang mengancam wanita di tempat kerja sangatlah banyak misalnya pelecehan seksual, eksploitasi wanita, penganiayaan fisik, pemerkosaan, pembunuhan dan lain-lain. Jika wanita bekerja di luar rumah dan ternyata tidak aman dari fitnah tersebut, maka, tidak boleh bagi mereka berkarier di luar rumah.

  1. Mendapatkan izin dari suami atau orang tua

Izin dari suami atau orang tua merupakan satu hal yang mutlak bagi seorang wanita saat bekerja di luar rumah. Izin dari suami dan orang tua merupakan salah satu jalan keberkahan ketika seorang wanita terpaksa harus bekerja di luar rumah.

Mudah-mudahan beberapa poin di atas bisa diperhatikan kaum wanita saat bekerja di luar rumah sehingga harga diri dan kemulian mereka selalu terjaga.

Renungkanlah Wahai Para Wanita…

Sesungguhnya Alloh subhanahu wa ta’ala telah menciptakan wanita dengan fitroh yang berbeda dengan kaum laki-laki. Wanita diciptakan dengan fitroh yang khusus dan tidak dimiliki oleh laki-laki manapun. Para wanita diciptakan harus menjalani masa haid, mengandung, melahirkan, nifas, menyusui bahkan mengasuh anak. Fitroh penciptaan ini menjadikan syariat Islam dalam memperlakukan wanita dengan berbeda pula. Oleh karena itu, emansipasi wanita dengan laki-laki dalam segala hal pada hakikatnya bertentangan dengan fitroh kemanusiaan.

Oleh karena itu pahamilah hal ini dengan hati yang bersih wahai para wanita. Bukalah hati dan nurani Anda yang bening itu! Adakah aturan-aturan Alloh yang mendeskriditkan kaum wanita?  Adakah hukum Alloh yang mendzholimi para wanita? Wallohu ta’ala a’lam…

Artikel: Gerimis


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05