(Arrahmah.com) – Diberitakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menutup lokalisasi perzinaan Payo sigadung pada Senin 13 Oktober 2014 kemarin. Untuk itu Polresta Jambi menyiagakan 446 personil kepolisian di lokalisasi Payo Sigadung untuk mengantisipasi pengamanan sebelum dilakukan penutupan.

Langkah berani yang dilakukan Walikota Jambi Syarif Fasha dalam menutup dua lokalisasi Payo Sigadung dan Langitbiru mendapat apresiasi yang luar biasa dari Kementerian Sosial RI. Direktur Rehabilitasi Sosial Tunasosial Kemensos RI Sony W Manalu mengatakan bahwa Kota Jambi merupakan kota pertama di Sumatera yang telah mengambil kebijakan untuk menutup lokalisasi. Demikian berita yang dapat diserap dari berbagai media terutama setelah ditutupnya tempat pelacuran terbesar di Dolly Surabaya, menjelang Ramadhan 1435H/ 2014 lalu.

Bagaimanapun, di samping pelacuran itu jelas dosa besar yang akan menjerumuskan ke neraka bagi para pelaku, pendukung, pembela dan mereka yang terlibat, masih pula besar bahayanya dalam kehidupan di dunia. Oleh karena itu, Islam sangat melarang zina, bahkan mendekati zina saja sudah dilarang.[ ed-Mu’adz/Fajrifm.com]