Edi Sulistio… pak ustad saya mau Tanya, bagaimana hukumnya seorang istri meninggalkan suami dan mengatakan cerai hanya melalui telpon? dan hingga saat ini tidak tau keberadaannya, karena setiap di telpon tidak pernah diangkat dan di sms tidak pernah dibalas. Akhirnya saya hanya serahkan saja kepada Allah, agar niat jahat atau unsur penzoliman kepada saya biar Allah yg balas atas perbuatan yg dilakukan kepada saya. Dan apakah saya berdosa memohon do’a tersebut kepadd Allah ?

Jawaban :

Bismillah… Ketahuilah, bahwa thalaq termasuk peristiwa yang sangat disenangi oleh setan. Imam Muslim meriwayatkan, yang artinya:

“Sesungguhnya iblis meletakkan kerajaannya di atas air. Lantas, mengutus pasukan-pasukannya. Prajurit yang paling dekat dengannya, ia adalah yang paling besar fitnahnya. Kemudian salah satu dari mereka datang untuk melaporkan: “Aku telah melakukan ini dan itu!” Maka Iblis berkomentar: “Engkau tidak melakukan apa-apa!” Selanjutnya yang lain datang seraya berkata: “Tidaklah aku tinggalkan anak Adam sampai aku pisahkan dirinya dengan istrinya,” maka Iblis mendekatkannya seraya berseru: “Bagus benar dirimu.” [HR. Muslim]

Namun, apabila perbedaan sudah meruncing, sulit untuk dijembatani lagi, sehingga menyebabkan suasana kehidupan rumah tangga kian hari justru tidak semakin baik, maka Islam memberikan keluasan, sebagaimana tersebut dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala :

وَإِنْ يَتَفَرَّقَا يُغْنِ اللَّهُ كُلًّا مِنْ سَعَتِهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ وَاسِعًا حَكِيمًا

“Jika keduanya bercerai, maka Allah subhanahu wa ta’ala akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari limpahan karunia-Nya. Dan adalah Allah subhanahu wa ta’ala Mahaluas (karunia-Nya) lagi Mahabijaksana.” [QS. An-Nisa: 130]

Persoalannya, jika seorang istri mengajukan gugagat cerai tanpa alasan jelas, maka hal ini termasuk dosa besar. Peringatan ini mendapat ancaman keras sebagaimana terdapat dalam hadits. Akan tetapi, sebuah gugatan cerai dapat disahkan oleh agama bila ada alasan syar’i. Misalnya karena kurangnya agama suami, umpamanya tidak shalat, tidak puasa, akhlak buruk pada diri suami yang suka bertindak sewenang-wenang, hingga menyebabkan istri sangat tertekan dan tidak mampu lagi memenuhi hak suami dengan baik. Meski demikian, keputusan atas gugatan istri ini tetap berada di tangan suami, kecuali bila perkaranya sudah masuk kepada hakim, maka hakim atau qadhi dapat memaksa sang suami tersebut untuk menceraikan istrinya. Para ulama berselisih dalam hukum cerai atas permintaan istri. Yakni, apakah termasuk thalak atau lepas ikatan nikahnya?

Pendapat yang râjih -insya Allah- bahwa perceraian atas permintaan istri ini termasuk lepas ikatan nikahnya. Sehingga setelah jatuh keputusan cerai tersebut, maka sang istri sudah bukan lagi menjadi tanggungan suami, dan istri menyerahkan mahar. Kemudian, statusnya ialah menjadi orang asing, dan tidak tinggal di rumah suami. Apabila pasangan tersebut ingin meretas kembali kehidupan rumah tangga setelah berpisah, maka harus menunggu iddahnya sekali haidh, dan dengan pernikahan baru. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala menganugerahi keutuhan rumah tangga, bagi setiap insan muslim.

Wallahu a’lam…

Dijawab Oleh : Tim Lajnah Ilmiyah Fajri FM


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05

%d bloggers like this: