Membahas siroh Nabawiyah berarti kita akan membahas sunnah-sunnah Rosululloh , sebab seluruh kehidupan Nabi adalah sunnah beliau  yang harus kita teladani dalam kehidupan kita. Para ulama banyak menyebutkan keutamaan dan urgentnya kaum muslimin dalam memahami dan menteladani sunnah-sunnah Nabi -saws-, diantaranya :

  1. Mendapatkan Surga

Orang yang mempelajari Siroh atau perjalanan hidup Nabi  , maka ia akan menyukai dan mencintai sunnah-sunnah Nabi-saws-, Dan orang yang mencintai Nabi  maka ia akan bersama dengan Nabi  di Surga.

Diriwayatkan dari At Tirmidzi bahwa Anas bin Malik rodhiyallohu anhu berkata, Rasulullah   telah berkata kepadaku: wahai anak kecil, Itulah perjalananku (sunnahku), dan barangsiapa yang menyukai sunnahku, maka dia telah menyukaiku, dan barangsiapa yang menyukaiku, dia akan berada denganku di dalam syurga!

  1. Mendapatkan 100 pahala Syuhada

Orang yang berpegang teguh pada Sunnah Nabi  dikala keumuman manusia sedang menjauhi sunnah tersebut, juga dijanjikan oleh Rosululloh  akan mendapatkan pahala 100 orang yang mati syahid. Sedangkan tidak mungkin seseorang berpegang tegung dengan sunnah Nabi kecuali ia pasti mempelajari siroh Nabi terlebih dahulu.

Imam al-baihaqi  meriwayatkan Dari Ibnu Abbas rodhiyallohu anhu bahwa Nabi SAW yang berkata: “Barangsiapa yang berpegang dengan sunnahku, ketika merata kerusakan pada ummatku, maka baginya pahala seratus orang yang mati syahid”.

Kemudian, Imam ath-Thobroni juga meriwayatkan dari Abu Hurairah rodhiyallohu anhu, bahwa Nabi SAW telah bersabda: Orang yang berpegang kepada sunnahku dalam zaman kerusakan ummatku, akan mendapat pahala orang yang mati syahid.

  1. Membenci sunnah, tidak termasuk Ummat Nabi

Orang-orang yang membenci sunnah Nabi -saws-, adalah mereka yang tidak pernah sifat mulia beliau  , ketabahan beliau  , budi pekerti beliau   dan lain sebagainya yang semua itu terangkum dalam siroh Nabi  . Dan Imam Muslim  juga meriwayatkan dari Anas rodhiyallohu anhu, bahwa Rasulullah bersabda : Orang yang tidak suka kepada sunnahku, bukanlah dia dari golonganku!

Demikian pula yang diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dari Ibnu Umar rodhiyallohu anhu, hanya saja ada tambahan di permulaannya berbunyi: Barangsiapa yang berpegang kepada sunnahku, maka dia dari golonganku.

Al-Quran dan As-Sunnah telah banyak menjelaskan pentingnya mentauladani dan mentaati Nabi . dengan mempelajari Siroh Nabawi, kita akan tahu betapa agungnya Nabi   di sisi Alloh  sehingga kita akan tunduk dan patuh terhadap semua perintah Nabi  . Sebab dengan mentaati Nabi  berarti kita telah mentaati Alloh .

Dalam riwayat Imam al-Bukhori, Dari Abu Hurairah rodhiyallohu anhu, Rasulullah  telah bersabda, “Barangsiapa yang mentaatiku, maka dia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka dia telah mendurhakai Allah.

Kemudian orang yang mentaati Nabi   juga sudah dipastikan akan memasuki surga, sementara mereka yang mendurhakai Nabi  , menyelisihi perintahnya dan tidak mau tunduk dengan hukum-hukumnya, maka mereka adalah orang-orang yang enggan masuk surga, walaupun dalam hati dan lisan mereka mengaku menginginkan surga mengenai hal ini Imam al-Bukhori  meriwayatkan dari Abu Hurairah rodhiyallohu anhu bahwa Rasulullah   telah bersabda: ‘Semua ummatku akan memasuki syurga kecuali yang enggan memasukinya. Siapa yang mentaatiku akan memasuki syurga, dan siapa yang mendurhakaiku, maka dialah orang yang enggan memasuki syurga.

Ancaman neraka bagi mereka yang tidak mau patuh kepada Nabi  dan janji surga bagi mereka yang patuh kepada beliau   merupakan isyarat yang amat jelas akan wajibnya seorang muslim mematuhi setiap perintah Rosululloh  . Oleh sebab itulah para sahabat Nabi   selalu mentaati dan mematuhi setiap perintah Nabi   walaupun diri mereka merasa berat dengan perintah tersebut. Kemudian oleh sebab kepatuhan dan ketaatan para sahabat Nabi   itulah, mereka diridhoi oleh Alloh  dan dimenangkan dalam setiap perjuangan yang mereka lakukan dalam rangka menegakkan kalimat Alloh .

Begitulah pentingnya memahami, mentauladani da mentaati sunnah Rosululloh  . dan hal itu tidak mungkin bisa kita laksanakan kecuali dengan mempelajari perjalanan hidup Nabi  yang dirangkum dalam pembahasan Siroh Nabawiyah. bahkan bukan hanya kita yang akan mendapatkan pahala dan keutamaan yang amat banyak ketika kita menjalankan sunnah Nabi , namun kita yang memerintahkan untuk berbuat baik dan memberikan contoh, dengan menghidupkan sunnahnya, sehingga sunnah-sunnah beliau    diikuti oleh orang  lain, maka pahala orang yang mengikuti kita itu, juga akan mengalir kepada kita tanpa mengurangi sedikitpun pahala mereka,

Hal ini Seperti apa yang telah diriwayatkan oleh tirmidzi, Dari Bilal bin Al-Haris Al-Muzani rodhiyallohu anhu, bahwasanya Rasulullah telah bersabda: ‘Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah (jalan) dari sunnahku yang telah ditinggalkan orang sepeninggalku, maka baginya pahala seperti pahala-pahala orang yang mengamalkannya sesudah itu, tanpa dikurangi sedikit pun dari pahala-pahala mereka (yang mengamalkannya itu). Dan barangsiapa yang mengadaadakan suatu bid’ah yang menyesatkan dan tidak diridhai Allah dan RasuINya, maka dia akan menanggung dosanya seperti dosa orang yang mengamalkannya, tiada dikurangi sedikit pun dari dosa-dosa orang yang mengamalkannya.'(Riwayat Tarmidzy dan Ibnu Majah)

Kita sebagai ummat Rosululloh hendaknya selalu mengukuti Sunnah-sunnah beliau  dan para sahabatnya yang telah dijamin surga, menghidupkan sunnah-sunnahnya, dan bersatu dalam manhaj ahlussunnah wal ajma’ah. manhaj yang didalamnya berkumpul orang-orang yang mentauladani, membela dan memperjuangkan Sunnah-sunnah Nabi . apabila kita tidak bersatu dalam manhaj yang sama, manhaj yang berjuang dan membela tegaknya sunnah-sunnah Nabi   dalam diri keluarga dan masyarakay kitas, maka kita akan terpecah dan tidak menjadi golongan firqotunnajiyyah, yaitu golongan yang selamat sampai kesurga tanpa memasuki neraka.

Abdullah bin Amru rodhiyallohu anhu, meriwayatkan bahwa Rasulullah  telah bersabda: Dan bahwasanya kaum Bani Israel akan terpecah-belah kepada tujuh puluh dua kaum, dan ummatku pula akan terpecah-belah kepada tujuh puluh tiga kaum, semuanya adalah di dalam neraka, kecuali satu kaum saja. Para sahabat bertanya: Siapa kaum itu, hai Rasulullah?! jawab beliau: kaum yang mengikutiku dan mengikuti para sahabatku!’

Demikianlah pembahasantentang pentingnya mempelajari sunnah Nabi   melalui Siroh Nabawi, agar kita dapat mengetahui bagaimana begitu penting sunnah Rosululloh   bagi kita selaku umat islam. Semoga kita termasuk diantara orang-orang yang mendapatkan Rahmat dan Inayah-Nya, untuk kita contohkan kepada orang-orang yang berada disamping kita, sehingga kita mendapatkan kebaikan dan keberkahan di tiap helaian nafas kita, dan terus mengalir amal-amal kita ketika jasad ini telah berpisah dengan ruh, Wallohu ‘alam, Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarookatuh. (admin/muadz)

 

%d bloggers like this: