DAMASKUS– Bantuan akhirnya telah dikirim ke kamp pengungsi yang terkepung Yarmouk di ibukota Suriah Damaskus untuk pertama kalinya sejak Juli. Kamp yang dulunya rumah bagi 60.000 pengungsi Palestina yang melarikan diri dari penganiayaan oleh “Israel” telah terputus dari bantuan selama berbulan-bulan karena konflik yang terjadi di Suriah.

Pengiriman makanan datang setelah laporan bahwa puluhan orang di kamp Damaskus selatan telah meninggal karena kelaparan dan kurangnya perawatan medis, dan peringatan PBB bahwa memblokir bantuan termasuk dalam kejahatan perang.

sebagaimana dirilis oleh Al-Jazeera, pejabat Organisasi Pembebasan Palestina, Anwar Abdul Hadi mengatakan bahwa Bantuan makanan untuk gelombang pertama telah  berhasil masuk pagi ini dan telah mulai didistribusikan kepada penduduk.

Abdul Hadi  juga mengatakan bahwa gelombang selanjutnya dari bantuan ini akan disampaikan berturut-turut mulai besok. Sejumlah orang sakit dan terluka akan dievakuasi dari kamp besok pagi dengan bantuan dari Bulan Sabit Merah Suriah.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan hari Sabtu bahwa 54 orang telah tewas di kamp karena kelaparan atau kurangnya perawatan medis.