Badan bantuan PBB mengatakan bahwa  Orang-orang yang melarikan diri dari krisis yang terjadi di Republik Afrika Tengah (CAR) dan Sudan Selatan mengalami sakit dan kelaparan dengan anak-anak menjadi golongan yang sangat berisiko.

Pada hari Selasa kemarin (4/3), Melissa Fleming, juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), mengatakan terdapat 15 anak kurang gizi di antara kematian terbaru, yang meninggal sebelum mereka bisa diselamatkan pada akhir pekan lalu.

Juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi itu juga mengatakan bahwa kematian dari 15 anak-anak di negara tetangga Kamerun merupakan sebuah indikasi dari apa yang mungkin lebih buruk yang terjadi di dalam negeri mereka sendiri.

Banyak dari mereka yang melarikan diri ke Etiopia dari Sudan Selatan juga kekurangan gizi. Menurutnya , tes kesehatan menunjukkan 11,1 persen menderita malnutrisi akut dan 16,6 persen mengalami malnutrisi akut moderat. [ed.Arif/Bumisyam/Fajrifm.com)