Sanaa, Yaman – Pemberontak Syiah Hutsi Yaman mengumumkan penunjukan “Duta Besar Republik Yaman” di Teheran. Pemerintah sah Yaman yang diakui secara internasional menilai langkah pembeorntak ini “pelanggaran mencolok” terhadap hukum internasional. hal ini sebagaimana disiarkan TV Al-Masirah, media corong Syiah Hutsi pada Sabtu malam kemarin.

Sementara itu, Teheran belum mengeluarkan pengumuman resmi tentang masalah penerimaan “duta besar” di wilayahnya yang mewakili pemerintahan Hutsi yang tidak diakui di dunia itu.

Presiden Yaman Abd Rabbo Mansour Hadi memutuskan hubungan dengan Iran pada Oktober 2015 dan memerintahkan penutupan kedutaan di negara tersebut setelah ia menuduh Teheran mendukung pemberontak Hutsi secara militer.

Iran membantah tuduhan itu, tetapi menegaskan bahwa mereka mendukung Hutsi secara politik.

Sementara, Pemerintah Yaman mengecam pengumuman pembukaan duta besar di Teheran itu. Pemerintah sah Yaman mengatakan bahwa Pengumuman pertukaran diplomatik antara rezim Teheran dan milisi Hutsi merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum dan norma internasional dan resolusi Dewan Keamanan terkait dengan krisis Yaman.

Pengumuman penunjukan seorang “duta besar” di Teheran datang setelah pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengadakan pembicaraan dengan juru bicara Hutsi Mohammad Abdul Salam pada Selasa lalu di Teheran.

Khamenei menegaskan kembali dukungannya bagi pemberontak Hutsi, yang menguasai ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah utara negara itu. (kiblat/admin)

%d bloggers like this: