Blokade dan okupasi di Palestina sering luput dari kalangan millenial. Apalagi tak banyak media massa yang mengangkat isu penjajahan di Palestina. Gerakan dari masyarakat akhirnya menjadi jawaban. Melalui edukasi, aksi damai, donasi, hingga boikot produk Israel.

Di Indonesia sendiri, gerakan peduli kemanusiaan dan pembebasan Palestina juga dilakukan oleh anak muda. Melalui Al Aqsho Awareness Week atau Pekan Kesadaran terhadap al-Aqsho, edukasi dilakukan untuk remaja dan mahasiswa. Festival tahunan tersebut mengangkat isu-isu kemanusiaan, budaya, serta informasi terkini.

Ketua pelaksana Al Aqsha Awareness Week atau AAW,  Nanda Laily mengatakan bahwa Kaum millenial saat ini masih sedikit pengetahuannya tentang kondisi Palestina terkini. Upayanya mengadakan AAW ini adalah untuk meningkatkan kesadaran di antara mereka. Harapannya ketika kesadaran telah terbangun, mereka mau menggaungkan kembali isu-isu kepalestinaan.

Nanda pun menambahkan salah satu yang menarik perhatian di AAW ialah adanya millitary check point. Pengunjung bisa merasakan sensasi bagaimana rasanya menjadi warga Palestina yang harus diinterogasi dan dicek ketika hendak pergi ke sekolah atau ke kawasan Al Aqsho.

Selama satu minggu, AAW akan menghadirkan acara menarik yang bisa diikuti remaja maupun mahasiswa. Acara tersebut diadakan pada 7 sampai 11 Oktober 2019 di Brooklyn Timur, Gerbang Lama, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang dan Aula Moestopo Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad.

%d bloggers like this: