Menurut sumber di lokasi, pasukan Israel menyerbu Rumah Sakit al-matla menggunakan anjing pelacak polisi, dan menebarkannya di sejumlah ruangan bagian canser. Tindakan tersebut membuat gaduh rumah sakit. Mereka kemudian melakukan penggeledahan dengan dalih mencari senjata.

Menteri kesehatan Mei Kilyah mengecam keras penyerbuan tersebut, dan menganggap tindakan tersebut merupakan sebuah pelanggaran.

Menteri menyatakan, serangkaian pelanggaran terhadap Rumah Sakit Al-Quds terus dilakukan penjajah Israel. Serbuan terhadap Rumah Sakit Al-Matla menggunakan senjata dan anjing pelacak, membuktikan sejauh mana pelanggaran dilakukan pasukan Israel menyasar warga Palestina dan pasien.

Mei Kilyah juga mengecam tidak adanya pihak internasional yang menerapkan sanksi, sehingga hampir setiap hari penjajah Israel melakukan pelanggaran dan kejahatan terhadap warga Palestina.

Sejak menduduki kota Al-Quds dalam perang Juni 1967, penjajah Israel mengambil kendali penuh keamanan dan administrasi, kemudian menerapkan kebijakan zalim terhadap warga Palestina. Mereka melakukan pengusiran paksa, penyerobotan properti untuk kepentingan Israel, termasuk pelanggaran terhadap lembaga kesehatan Palestina.

%d bloggers like this: