New Delhi, India – Perdana Menteri India Narendra Modi berjanji menyatukan kembali rakyatnya pasca-perhelatan pemilu majelis rendah parlemen atau Lok Shaba. Partai Modi, yakni Bharatiya Janata Party atau BJP, hampir dipastikan memenangkan pemilu tersebut.

Melalui akun Twitter resminya Modi mengajak rakyat bersama-sama membangun India yang kuat dan inklusif.

Namun tugas tersebut diprediksi tak akan mudah. Sejumlah masyarakat India, khususnya kaum muslimin memandang BJP sebagai partai yang sering memecah belah. Hal itu erat kaitannya dengan kebijakan pemerintahan Modi yang kerap memposisikan minoritas Muslim di negaranya sebagai warga negara kelas dua.

Muslim di India khawatir pemerintahan di bawah partai nasionalis Hindu BJP akan meningkatkan kejahatan rasial. Hal ini sudah terjadi beberapa hari sebelum pemilihan umum tahap pertama dimulai.

Sebuah laporan dari Human Rights Watch pada Februari 2019 menemukan antara Mei 2015 hingga Desember 2018, setidaknya 44 orang tewas di 12 negara bagian India. Dari jumlah tersebut, 36 diantaranya adalah Muslim.

Dalam laporan tahunannya, Ketua Hak Asasi Manusia PBB, Misyel menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya pelecehan dan penargetan kaum minoritas di India. Pelecehan khususnya terjadi pada Muslim dan orang-orang dari kelompok yang secara historis kurang beruntung dan terpinggirkan, seperti Dalit.

Berdasarkan data resmi Komisi Pemilihan Umum India, BJP telah memperoleh 298 kursi dari 542 kursi di Lok Shaba. Jumlah itu naik dibandingkan pada pemilu 2014 di mana BJP hanya mendapatkan 282 kursi.

Partai oposisi, Kongres Party, cukup terkejut dengan kemenangan BJP. Sebab di bawah pemerintahan Modi, perekonomian India dianggap mengalami kemerosotan. (republika/admin)

%d bloggers like this: