Palestina – Perdana Menteri Palestina, Mohammad Stayyeh, meyakini negara-negara Arab dan Eropa berpihak pada perjuangan kemerdekaan Palestina.

Dia memperkirakan negara-negara tersebut akan menolak rencana perdamaian dengan Israel yang digagas Amerika Serikat jika tak menyertakan tuntutan negaranya.

Ia menegaskan bahwa tidak ada mitra di Palestina untuk Presiden Amerika Donald Tramp. Tidak ada mitra Arab untuk Tramp dan tidak ada mitra Eropa untuk Tramp.

Dia menegaskan Palestina tetap berkomitmen pada pembentukan negara Palestina yang merdeka sesuai dengan garis perbatasan 1967. Hal itu termasuk menetapkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

Shtayyeh mengatakan Palestina tidak tertarik pada rencana perdamaian ekonomi meskipun saat ini negaranya sedang dilanda krisis. Kesulitan ekonomi yang saat ini dihadapi Palestina tak bisa dilepaskan dari peranan Amerika serikat dan Israel.

Washington diketahui telah memangkas bantuan luar negerinya untuk Palestina senilai ratusan juta dolar. Selain itu, Amerika pun telah memutuskan menghentikan kontribusinya bagi Badan PBB untuk Pengungsi Palestina atau UNRWA.

Sementara Israel menahan dana transfer pajak senilai puluhan juta dolar. Uang itu dibekukan untuk menghukum Palestina karena warganya terlibat dalam sejumlah aksi penyerangan terhadap Israel.  (republika/admin)

%d bloggers like this: