Seorang pejabat Komite Internasional Palang Merah mengatakan bahwa lebih dari 200 orang telah terbunuh di Sanaa selama empat hari terakhir. Jatuhnya korban tewas tersebut akibat bentrokan antara kelompok Syiah Houthi dan pasukan yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh yang telah tewas hari Senin (04/12/2017) lalu.

Palang Merah Internasional juga mencatat lebih dari 400 korban luka-luka dalam bentrokan tersebut. Para aktifis terus mendesak semua pihak yang berkonflik agar tidak melukai warga sipil dan untuk memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan kepada rakyat Yaman yang menderita.

Yaman masih dalam konflik sejak tahun 2014, ketika orang-orang Houthi yang bertempur di bersama loyalis Saleh, menguasai sebagian besar wilayah, termasuk Sanaa.

(muslimdaily.net)