New York, Amerika Serikat – Pelapor khusus PBB untuk kebebasan beragama telah meminta Cina mengizinkannya mengunjungi Provinsi Xinjiang. Kunjungan itu dinilai penting untuk mengetahui situasi di sana, khususnya yang menyangkut keadaan Muslim Uighur.

Pelapor khusus PBB, Ahmed Syahid mengatakan bahwa ia telah meminta kunjungan untuk pergi ke Xinjiang, karena ini merupakan prioritas baginya dalam hal melihat apa yang terjadi di sana.

Syahid mengaku menjadi salah satu pakar hak asasi manusia di PBB yang telah menulis surat kepada otoritas Cina pada November tahun lalu. Dalam suratnya, dia mengutarakan kecemasan tentang program anti-ekstremisme Cina yang diterapkan di Xinjiang.

Dia mengatakan telah beredar banyak kabar bahwa kamp interniran di Xinjiang tidak manusiawi. Ada dugaan kematian dalam tahanan, penganiayaan, penyiksaan fisik serta psikologis, dan kurangnya akses ke perawatan medis.

Di sisi lain, Syahid menilai hukum yang diimplementasikan Cina di Xinjiang terlalu melebar dan membidik kegiatan yang pada dasarnya dilindungi masyarakat. Dalam konteks ini adalah cara berpikir, hati nurani, dan keyakinan.

Syahid mengatakan Cina belum merespons permintaannya terkait kunjungan ke Xinjiang. Dia berharap Beijing mengabulkannya. (republika/admin)

%d bloggers like this: