Polisi Myanmar hari Ahad (12/11/2017) menangkap seorang biksu ultra nasionalis atau ekstremisis yang memiliki sejarah penghasutan dan penindasan terhadap etnis Muslim Rohingya, demikian sebuah surat kabar setempat melaporkan.

Dalam laman situs The Voice,  dilaporkan, Parmaukkha ditangkap setelah adanya surat perintah penangkapan terhadap dirinya karena dugaan keterlibatan mendalangi aksi demonstrasi secara ilegal di luar Kedutaan Besar Amerika Serikat di tahun 2016 lalu.

Parmaukkha adalah salah satu pendiri Ma Ba Tha , atau Komite untuk Perlindungan Suku dan Agama. Kelompok ini menguat di bawah rezim militer sebelumnya dengan mengusung nasionalisme Buddha yang kemudian memicu ketegangan sektarian dengan minoritas Muslim.

Demonstrasi di luar Kedutaan Besar Amerika Serikat tahun 2016 adalah aksi memprotes kebijakan Amerika Serikat mengenai penggunaan istilah Rohingya untuk kaum Muslim di bagian utara Rakhine.

Salah satu tokoh Ma Ba Tha adalah biarawan bernama Ashin Wirathu yang dikenal aktif menyuarakan gagasan bahwa agama Buddha di Myanmar terancam oleh Islam.

(hidayatullah.com)