Menjadi korban intimidasi dan kekerasan, Muslim Sri Lanka tengah menyuarakan kekhawatiran mendalam bahwa mereka kini menjadi pengganti Tamil sebagai musuh utama umat Buddha yang baru.

Sheik Fazil Farook, sekretaris Kongres Muslim di Sri Lanka, mengatakan bahwa kaum muslimin telah hidup damai, bersatu, dengan agama lain selama berabad-abad.

Saat perang sipil berakhir, harapan bahwa negara itu bisa menjadi bersatu semakin besar. Namun, kekerasan oleh Buddha radikal kepada umat Islam menunjukkan ancaman bahwa kekerasan di masa lalu bisa terulang.

Dalam tindakan keras terbaru mereka pada minoritas Muslim, Buddha Sri Lanka menyerang industri halal yang berkembang dan meminta penghapusan logo halal. Hanya satu dari 52 perusahaan menarik sertifikat mereka. Tapi mereka masih halal, sehingga benar-benar tidak memiliki dampak.

Dalam sebuah pengorbanan, para ulama Muslim di Sri Lanka memutuskan merelakan menghapus logo halal pada semua produk untuk membantu meredakan ketegangan dengan umat Buddha. (ed.Hamdan/muslimdaily.net/fajrifm.com)