Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi telah membantah pembersihan etnis Muslim Rohingya, pernyataan yang bertentangan dengan temuan penyelidik PBB yang telah mendapatkan bukti kekejaman oleh pasukan keamanan.

Aung San Suu Kyi membantah tentara dan polisi Myanmar telah melakukan pembersihan etnis Muslim Rohingya di Myanmar. Suu Kyi mengungkapkan hal itu kepada BBC setelah dewan HAM PBB sepakat untuk menyelidiki tuduhan pemerkosaan, pembunuhan dan penyiksaan yang dilakukan pasukan keamanan Myanmar, demikian lansir worldbulletin.net, kemarin (06/04/2017).

Suu Kyi yang merupakan pemimpin de facto Myanmar, penerima Nobel Laureate yang gigih memperjuangkan demokrasi Myanmar dari tangan junta militer, tidak pernah membela muslim Rohingya, minoritas yang teraniaya. Dia juga tidak mengutuk tindakan keras, yang mana penyelidik PBB mengatakan kemungkinan telah terjadi pembersihan etnis dan kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap muslim Rohingya.

Bulan lalu dewan HAM PBB sepakat untuk mengirim misi pencari fakta untuk memeriksa tuduhan penyiksaan, pembunuhan dan pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh pasukan pemerintah.

(Muslimdaily.net)