Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan pernyataan resmi terkait peristiwa pembakaran bendera tauhid yang dilakukan anggota Barisan Ansor Serbaguna atau Banser. MUI mengaku prihatin dan menyesalkan pembakaran itu.

SekretarisJenderalMajelisUlamaIndonesia, Kyai Haji AnwarAbbas menyatakan bahwaMUI merasa prihatin dan menyesalkan kejadian pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat tauhid tersebut, karena telah menimbulkan kegaduhan di kalangan umat Islam.

MUI meminta agar pelaku pembakaran bedera tauhid tersebut meminta maaf dan mengakui kesalahan secara terbuka kepada umat Islam. Selanjutnya, semua pihak diimbau untuk menyerahkan permasalahan tersebut kepada proses hukum.

MUI juga Meminta kepada pihak kepolisian untuk bertindak cepat, adil, dan profesional. Di pihak lain, MUI juga meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak terpancing serta tidak terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu. Dengan begitu, ukhuwah islamiyah dan persaudaraan di kalangan umat serta bangsa tetap terjaga.

Anwar Abbas menyampaikan, MUI mengimbau kepada pimpinan ormas Islam, para ulama, kiai, ustaz, dan ajengan untuk ikut membantu mendinginkan suasana dan menciptakan kondisi yang lebih kondusif, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.( kiblat.net/admin)