Sholat secara lahiriyah, hakikatnya menunjukkan lambang persatuan yang sempurna, sebab setiap orang yang ruku’ atau sujud kepada Alloh subhanahu wa ta’ala menuju atau menghadap kiblat yang sama, Tuhan yang sama, dan semuanya menghadap rumah Alloh yang sama, rumah pertama yang dibangun di Makkah bagi umat manusia, sebuah bangunan yang fondasinya telah dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail –‘alaihumma salam-. Bangunan tersebut akan tetap menjadi kiblat umat Islam hingga Alloh mewariskan bumi ini kepada orang yang dikehendaki-Nya dan umat manusia akan tunduk kepada Alloh Robbul ‘Alamin.

Sholat Jama’ah mempunyai nilai lebih, sama nilainya dengan sholat perorangan ditambah 27 (dua puluh tujuh) derajat. Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar rodhiallohu anhu, bahwa Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda: “Orang yang sholat berjama’ah lebih baik daripada sholat sendirian, yakni 27 (dua puluh tujuh) derajat.”

Ibnu Hajar dalam kitab “Fathul Bari” terdapat pembahasan penting tentang sebab-sebab penetapan ketinggian derajat-derajat tersebut, antara lain; karena niat memenuhi panggilan sholat berjam’ah dan bergegas untuk melaksanakan sholat jama’ah, do’a para malaikat terhadap orang yang melaksanakan sholat dan permohonan ampun mereka baginya, kebencian setan terhadap perkumpulan ibadah, berlatih membaca al-Qur’an dengan tajwidnya, belajar sholat wajib dan sunah, terbebas dari kemunafikan.

Orang-orang yang sholat berjama’ah dengan mengikuti seorang imam, berada pada barisan yang rapi dapat menghilangkan perbedaan status dunia dan masing-masing lupa akan status ekonomi, kaya dan miskin, pejabat dan rakyat jelata, hitam dan putih, Arab dan non Arab semuanya sama berbaris dalam satu barisan, tunduk dan patuh kepada Alloh untuk beribadah kepada-Nya, tidak ada perbedaan antara wajah yang satu dari yang lain, semuanya sama-sama berdo’a kepada Alloh subhanahu wa ta’ala, memohon petunjuk kepada-Nya. Setiap harinya mereka berkumpul sebanyak lima kali dengan lapang dada, hati yang bersih, jiwa yang suci untuk mendekatkan diri kepada Alloh, bukan dengan harta dan status, melainkan sebagai ungkapan kepatuhan kepada Alloh untuk mendapat petunjuk-Nya dengan ucapan: “Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertongan.”

Islam sangat menganjurkan agar syi’ar-syi’arnya dijadikan sarana pertemuan umat Islam, supaya saling bekerja sama dalam mengerjakan segala sesuatu. Suasana perkumpulan suci tersebut akan menumbuhkan rasa kebersamaan. Semakin banyak jumlah jama’ah sholat semakin besar pula berkahnya.

Dari Abdulloh bin Umar rodhiallohu anhu, bahwa dia Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda, “Shalat jam’ah lebih utama dari pada shalat perorangan sebanyak 25 (dua puluh lima) derajat.” (HR. Bukhori). Karena orang yang melakukan wudhu dan menyempurnakan wudhunya kemudian keluar ke Masjid dengan niat sholat semata, niscaya langkah-langkahnya tidak lain kecuali sebagai pengangkat derajat atau posisinya di sisi Alloh, sebagai penghapus dosa hingga memasuki masjid. Jika dia masuk ke masjid dan melakukan sholat, tidak berarti sholat itu sedang membelenggu dirinya, melainkan para malaikat bersalawat kepadanya selama dia berada di tempat shalat dengan ucapan: “Ya Alloh, rahmati dan ampunilah dia, terimalah taubatnya selama dia tidak menyakiti dan belum berhadast.” (HR. Muslim)

Peringatan Keras Bagi Yang Tidak Sholat Berjama’ah Tanpa Udzur

Dari Ibnu Abbas rodhiallohu anhu dia berkata, Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa mendengar panggilan adzan, tetapi dia tidak mempedulikannya atau tidak mengindahkannya tanpa udzur”, para sahabat bertanya: Apa uzurnya?, Beliau bersabda: “Takut musuh, atau sakit, maka sholatnya tidak diterima.” (HR. Bukhori) 

Dari Ibnu Mas’ud rodhiallohu anhu, dia berkata, Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa mendengar azan, tetapi dia tidak segera melaksanakan shalat, maka shalatnya tidak diterima kecuali karena udzur.” (HR. Muslim)

Dari Abi Huroiroh rodhiallohu anhu, bahwa Rasulullah sholallohu alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya sholat yang paling berat buat orang munafik adalah sholat Isya dan Shubuh. Seandainya mereka tahu apa yang akan mereka dapat dari kedua shalat itu, pastilah mereka akan mendatanginya meski dengan merangkak. Aku bertekad memerintahkan untuk menegakkan sholat, supaya sholat ditegakkan. Kemudian aku memerintahkan seseorang untuk sholat bersama umat, kemudian aku berjalan besama rombongan yang membawa seikat kayu menuju orang-orang yang tidak berjama’ah, untuk membakar rumah mereka.” (HR. Abu Dawud)

Faidah Shalat Berjama’ah

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin -rohimahulloh- menyebutkan 12 faidah yang bisa dipetik dari shalat berjama’ah, yaitu:

  1. Terjalinnya rasa kasih sayang antara sesama umat Islam.
  2. Saling terjadi perkenalan. Sehingga akan kita temui apabila ada orang lain yang belum dikenal sholat di samping mereka niscaya mereka akan bertanya siapakah orang yang sholat bersama kita ini? Maka dengan itulah kemudian terjadi saling kenal.
  3. Menampakkan salah satu syi’ar Islam. Karena sholat termasuk salah satu syi’ar Islam yang terbesar.
  4. Menampakkan kewibawaan umat Islam, yaitu ketika para jama’ah masuk secara berbarengan ke masjid dan keluar darinya secara bersama-sama.
  5. Untuk mengajari orang yang jahil (bodoh). Karena kebanyakan orang bisa mengambil faidah tentang tata cara sholat yang disyari’atkan melalui media sholat jama’ah.
  6. Disiplin dalam mengendalikan diri, karena terbiasa untuk mengikuti imam.
  7. Melatih umat Islam untuk bersatu padu dan tidak berpecah belah.
  8. Munculnya rasa kesamaan di antara kaum muslimin. Karena ketika itu orang yang kaya dan miskin bersatu, pemimpin dan rakyat bersatu, tua muda berkumpul, sehingga mereka akan merasakan kesejajaran.
  9. Kaum muslimin akan merasakan bahwa mereka seolah-olah dalam satu barisan mujahid di medan jihad.
  10. Bisa mengetahui keadaan saudaranya yang mungkin sakit sehingga tidak hadir sholat jama’ah, kemudian menjenguknya, dan lain sebagainya.
  11. Berkumpul untuk beribadah kepada Alloh.
  12. Generasi akhir umat ini akan merasa terikat dengan generasi awalnya. Yaitu tatkala mereka menjadi makmum sebagaimana dahulu para sahabat juga menjadi makmum. Salah satu dari mereka menjadi imam, sebagaimana dahulu Rasululloh r juga menjadi imam bagi para sahabat .

Demikianlah beberapa faidah dari ibadah sholat berjama’ah. Begitu banyak dan besar sekali nilai positif yang terkandung di dalamnya. Maka beruntunglah bagi siapapun yang bisa melaksanakan peribadatan tersebut, karena nilai kebaikan akan senantiasa tercurah kepadanya.

Kita berdoa kepada Alloh subhanahu wa ta’ala semoga kita dijadikan hamba-hamba-Nya yang senantiasa diberikan kemampuan oleh-Nya untuk melaksanakan ibadah sholat berjama’ah secara istiqomah. Amin.

 Artikel: Gerimis


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05