Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

 

Sebelumnya telah dibahas lima poin mengenai kemuliaan di bulan Romadhon, yang bisa di baca di sini. Kemudian pada artikel ini, akan dilanjutkan poin-poin penting lainnya yang harus kita ketahui:

  • Bulan Terkabulnya Doa

Rosululloh shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Sesungguhnya Alloh mempunyai hamba-hamba yang dibebaskan (dari neraka) setiap hari dan setiap malam, masing-masing hamba itu memiliki doa yang dikabulkan.” (HR. Ahmad, dishohihkan al-Albani rohimahulloh)

Beliau juga bersabda, “Ada tiga golongan orang yang tidak ditolak doanya.” Beliau menyebutkan salah satunya, “Orang yang berpuasa hingga ia berbuka.” (HR. Ahmad, dishohihkan al-Albani rohimahulloh)

  • Puasa Memberi Syafaat Kepada Pelakunya

Rosululloh shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Puasa dan Al-Qur’an memberi syafaat kepada hamba pada hari kiamat. Puasa berkata, ‘Wahai Robbku, aku telah menahannya dari makan dan syahwat pada siang hari, maka berikanlah syafaat kepadaku untuknya.’ Al-Qur’an berkata, ‘Wahai Robbku, aku telah menahannya dari tidur di malam hari, maka berikanlah syafaat kepadaku untuknya.’ Lantas keduanya memberi syafaat kepada hamba tersebut.” (HR. Ahmad, dishohihkan al-Albani rohimahulloh)

  • Mendapat Kegembiraan Dunia dan Akhirat

Rosululloh shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Orang yang berpuasa itu mempunyai dua kegembiraan, yaitu: (1) ketika ia berbuka ia gembira karena berbukanya; dan (2) ketika menghadap Robbnya ia bergembira dengan puasanya,” (HR. Bukhori)

Pada zaman yang penuh dengan himpitan kedukaan dan kegelisahan ini, beberapa banyak manusia yang mengharapkan hal-hal yang menghibur hati dan melapangkan dada. Ternyata dalam berbuka, ia menjumpai kegembiraan yang Allah subhaanahu wa ta’ala pancarkan ke dalam lubuk hatinya.

  • Meraih Syafaat al-Qur’an

Hubungan antara Romadhon dan al-Qur’an sangat kuat, ikatannya amat erat. Sebagaimana yang kita ketahui, al-Qur’an adalah kitab Alloh  yang abadi, dengannya Allah  mengeluarkan umat ini dari kegelapan menuju cahaya.

Ibnu Rojab al-Hambali rohimahulloh memberi keterangan bahwa al-Qur’an memberi syafaat kepada orang yang ia tahan dari tidur malam. Barangsiapa yang membaca al-Qur’an dan bangun malam dengan membacanya, ia telah memenuhi hak al-Qur’an sehingga al-Qur’an akan memberinya syafaat.

Adapun orang yang hidup bersama al-Qur’an (para pembaca dan penghafalnya), tetapi ia tidur darinya pada malam hari dan tidak mengamalkannya pada siang hari, maka al-Qur’an akan mengambil posisi bermusuhan dengannya dan akan menuntut hak-haknya yang telah ia abaikan.

Ibnu Rojab rohimahulloh juga membawakan sebuah hadits:

“Rosululloh shalallahu ‘alaihi wassalam adalah manusia yang paling dermawan, sedangkan pada bulan Romadhon, ketika Jibril menemuinya, beliau menjadi lebih dermawan lagi. Adapun Jibril alaihisalam selalu menemui beliau setiap malam pada bulan Romadhon untuk mengajarinya al-Qur’an. Adalah Rosululloh shalallahu ‘alaihi wassalam, ketika Jibril alaihisalam menemuinya, lebih dermawan lagi dari angin yang berhembus.” (HR. al-Bukhori dan Muslim)

Ibnu Rojab rohimahulloh  juga berkata, “Hadits ini menunjukkan bahwa sunnah hukumnya jika kita mempelajari al-Qur’an di bulan Romadhon dan berkumpul untuk mengkajinya, serta memperdengarkan bacaan al-Qur’annya kepada orang yang lebih menguasai. Dalam hadits tersebut juga terdapat dalil bahwa mustahab hukumnya memperbanyak membaca al-Qur’an pada bulan Romadhon.”

Dalam hadits disebutkan bahwa mudarasah (pembelajaran) al-Qur’an antara Jibril alaihisalam  dan Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam terjadi pada malam hari, hal itu menjadi dalil disunnahkannya memperbanyak bacaan al-Qur’an pada malam hari. Sebab malam hari segala kesibukkan dunia mereda dan kehendak hati menjadi lebih terarah, sedangkan hati dan lisan juga lebih fokus untuk merenungkan al-Qur’an. Sebagaimana firman Alloh, ‘Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.’ (QS. Al-Muzzammil [73]: 6)

Rosululloh shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Barangsiapa yang membaca seratus ayat dalam satu malam, maka akan dicatat untuknya qiyamullail semalam penuh.” (HR. Ahmad, dishohihkan al-Albani rohimahulloh)

“Pada hari kiamat al-Qur’an akan datang seraya berkata, ‘Wahai Robbku, hiasilah ia.’ Maka dikenakan mahkota kemuliaan kepadanya. Al-Qur’an berkata lagi, ‘Wahai Robbku, tambahkanlah kepadanya.’ Maka dikenakan jubbah kemuliaan kepadanya. Kemuadian al-Qur’an berkata lagi, ‘Wahai Robbku, ridhoilah ia.’ Maka Allah pun meridhoinya. Lalu dikatakan kepada orang itu, ‘Baca dan naiklah.’ Dan akan ditambahkan setiap kebaikan dari satu ayat yang dibaca.” (HR. at-Tirmidzi, dishohihkan al-Albani rohimahulloh)

 

Demikianlah, sekiranya umat ini memahami al-Qur’an yang mereka baca, mengetahui hak-haknya dan merasakan kelezatannya serta menghidupkan malam dengannya, niscaya rasa kantuk akan terbang menginggalkan mereka disebabkan kegembiraan atas karunia Allah subhaanahu wa ta’ala  yang mereka dapat.

Demikianlah beberapa kemuliaan yang terdapat pada bulan Romadhon, bulan yang penuh berkah. Marilah kita camkan nasihat seorang salafush sholeh, Hasan al-Bashri rohimahulloh yang berkata, “Jika engkau mendapati bulan Romadhon, maka janganlah engaku bisikkan dalam jiwamu bahwa engaku masih akan mendapatinya pada tahun yang akan datang.”

Allahu a’lam.


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05