Lebih dari 50 warga Palestina meninggal saat menunggu visa “Israel” untuk melakukan perjalanan dengan alasan medis selama tahun 2017. Hal ini sebagaimana dilaporkan organisasi kesehatan dunia Selasa (13/02/2018) kemarin.

Israel mengklaim pemeriksaan ketat diperlukan untuk alasan keamanan bagi mereka yang berasal dari Jalur Gaza, sebuah wilayah yang diblokade selama bertahun-tahun.

Warga Gaza meminta izin Israel untuk bisa meninggalkan wilayah tersebut dan melakukan perjalanan ke Yerusalem atau Tepi Barat untuk menerima perawatan di mana Otoritas Palestina membayarnya.

Perawatan medis berkualitas tinggi untuk penyakit-penyakit seperti kanker tidak mungkin dilakukan di Gaza, terutama karena kurangnya fasilitas dan pembatasan ketat Israel terhadap impor teknologi medis yang diklaim bisa digunakan oleh Hamas untuk tujuan militer.

Hanya 50% dari 2.000 lebih aplikasi perjalanan untuk perawatan medis di tahun 2017 yang diluluskan oleh Israel.

Omar Shakir, Kepala Organisasi Pengungsi Palestina menyatakan bahwa Israel menolak atau menunda izin medis warga Palestina dengan alasan keamanan yang tidak masuk akal.

(arrahmah.com)