Rombongan diaspora muslim Uighur menemui Majelis Ulama Indonesia atau MUI hari selasa kemarin. Rombongan tersebut diterima oleh Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Muhyiddin Junaidi. Pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut merupakan rangkaian dari agenda kunjungan diaspora muslim Uighur di Indonesia, sebelum bertolak ke Banten hari ini untuk menyalurkan bantuan kepada korban tsunami Selat Sunda.

Muhyiddin menyebut bahwa dalam pertemuan tertutup tersebut, diaspora Uighur banyak menyampaikan cerita tentang tindakan represif pemerintah Cina terhadap etnis Uighur.

Muhyiddin menambahkan bahwa MUI menyatakan simpatinya kepada muslim Uighur, dan nantinya MUI juga akan menentukan langkah dalam rangka membantu Uighur. Oleh karena itu, dalam pertemuan tersebut pihak MUI meminta agar diaspora Uighur memberikan data-data yang lebih lengkap terkait apa yang terjadi di Uighur.

Muhyidin juga menjelaskan bahwa kedepannya akan datang lagi utusan berikutnya dengan tujuan ingin memberikan informasi lebih lengkap tentang nasib umat Islam di Uighur.

Diakhir, Muhyidin berharap agar pemerintah Cina memberikan akses kepada masyarakat Internasional untuk bertemu dan mewawancarai sendiri masyarakat Uighur di Xinjiang. Muhyiddin juga berkomentar terkait kamp palsu yang ditunjukkan pemerintah Cina kepada beberapa ormas di Indonesia.(kiblat/fajrifm)

%d bloggers like this: