Setiap manusia tentu pernah merasakan saat-saat terindah dalam hidupnya, akan tetapi masing-masing orang akan menjadikan saat terindah dalam hidupnya sesuai dengan apa yang mendominasi hati dan jiwanya. Contohnya orang yang sedang semangat melakukan usaha perdagangan, perniagaan dan bisnis menganggap saat terindah dalam hidupnya adalah ketika dia berhasil mendapatkan keuntungan besar dan berlipat ganda dalam usahanya. Orang yang berambisi besar untuk mendapatkan kedudukan dan jabatan duniawi merasa saat yang terindah adalah ketika dia berhasil menduduki jabatan tinggi dan penting dalam karirnya. Demikian pula, orang yang sedang dimabuk cinta merasa bahwa saat terindah adalah ketika cintanya diterima oleh sang kekasih dan ketika berjumpa dengannya.

Sekarang marilah kita perhatikan dan renungkan dengan seksama, manakah diantara semua itu yang benar-benar merupakan kebahagiaan dan keindahan sejati, sehingga orang yang mendapatkannya berarti sungguh dia telah merasakan saat terindah dalam hidupnya?

Dalam hal ini, Imam Ibnu Qoyyim rohimahulloh berkata, “Sesungguhnya bentuk-bentuk kebahagiaan dan keindahan yang diprioritaskan oleh jiwa manusia ada 3 macam:

  1. Kebahagiaan dan keindahan dengan harta dan kedudukan duniawi. Yang ini adalah seperti keindahan seseorang dengan pakaian indah dan perhiasannya, tapi ketika pandanganmu melewati penutup dirinya tersebut, maka ternyata tidak ada satu keindahanpun yang tersisa pada dirinya.
  2. Kebahagiaan dan keindahan pada tubuh dan fisik manusia, seperti kesehatan tubuh, keindahan rupa, kebersihan kulit dan kekuatan fisik. Meskipun keindahan ini lebih dekat pada diri manusia jika dibandingkan dengan keindahan yang pertama, tapi pada hakikatnya keindahan tersebut diluar diri dan zat manusia, karena manusia itu dianggap sebagai manusia dengan ruh dan hatinya, bukan cuma sekedar dengan tubuh dan raganya.
  3. Kebahagian dan keindahan rohani dalam hati dan jiwa manusia, yaitu keindahan dengan ilmu yang bermanfaat dan amalan sholih untuk mendekatkan diri kepada Alloh ta’ala. Inilah kebahagiaan sejati, kebahagiaan yang menetap dan kekal pada diri manusia dalam segala keadaan dan menyertainya dalam semua perjalanan hidupnya, bahkan pada semua alam yang dilaluinya, yaitu alam barzakh dan alam akhirat.

Maka dengan perenungan di atas tadi, menjadi jelaslah bagi kita bahwa keindahan dan kebahagiaan yang sejati dalam hidup manusia adalah dengan mengamalkan berbagai amalan sholeh yang di cintai oleh Alloh subhanahu wa ta’ala dan mengutamakannya di atas segala sesuatu yang ada di dunia ini.

Inilah keindahan dan kebahagiaan sejati yang direkomendasikan oleh Alloh swt dalam firmannya,

 قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ 

“Katakanlah, ‘Dengan karunia Alloh dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka (orang-orang yang berilmu) bergembira (berbangga), kurnia Alloh dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa (kesenangan duniawi) yang dikumpulkan (oleh manusia)’” (QS. Yunus [10]: 58)

Maka berdasarkan hal ini, berarti saat terindah dalam hidup seorang manusia adalah ketika Alloh subhanahu wa ta’ala melimpahkan taufik-Nya kepadanya untuk mengikuti jalan Islam dan memberi petunjuk kepadanya untuk memahami dan mengamalkan petunjuk-Nya guna mencapai keridhoan-Nya.

Rosululloh sholallohu alaihi wasallam menamakan hari diterimanya taubat seorang hamba oleh Alloh ta’ala sebagai saat terindah dalam hidupnya, karena taubat itulah yang menyempurnakan keislaman seorang hamba, maka ketika dia masuk Islam itulah awal kebahagiaannya dan ketika Alloh menerima taubatnya itulah penyempurna dan puncak kebahagiaannya, sehingga hari itu adalah saat terindah dalam hidupnya.

Anas bin Malik rodhiallohu anhu menggambarkan kegembiraan para sahabat ketika mendengar sebuah sabda Rosululloh sholallohu alaihi wasallam, Anas bin Malik rodhiallohu anhu berkata,

“Maka kami (para sahabat) tidak pernah merasakan suatu kegembiraan setelah kegembiraan dengan Islam melebihi kegembiraan kami tatkala mendengar sabda Rosululloh sholallohu alaihi wasallam, ‘Engkau (akan dikumpulkan di surga) bersama orang yang kamu cintai’. Maka aku mencintai Nabi sholallohu alaihi wasallam, Abu Bakar dan Umar dan aku berharap akan bersama mereka (di surga nanti) dengan kecintaanku kepada mereka meskipun aku belum mampu melakukan seperti amal perbuatan mereka.” (Hadits shahih riwayat al-Bukhari, no. 3485 dan Muslim, no. 2639).

Hadits yang agung ini menunjukkan bahwa saat-saat yang terindah bagi orang-orang yang sempurna imannya, para sahabat Rosululloh sholallohu alaihi wasallam adalah ketika mereka mendapat hidayat untuk menempuh jalan Islam dan ketika mereka memahami serta mengamalkan petunjuk Alloh ta’ala untuk mencapai ridho-Nya dan masuk ke dalam surga-Nya.

Maka berbahagialah hamba Alloh yang menjadikan saat terindah dalam hidupnya ketika dia beribadah dan mendekatkan diri kepada Alloh subhanahu wa ta’ala. Berbahagialah dengan kabar gembira dari Alloh subhanahu wa ta’ala berikut ini:

 إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (30)  نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ (31)  نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ (32)

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Alloh”, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan Jannah yang telah dijanjikan Alloh kepadamu”. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Fushilat: 30-32)

Akhirnya, kami memohon kepada Alloh agar Dia senantiasa melimpahkan taufik-Nya kepada kita untuk mendapatkan kebaikan dari-Nya di dunia dan akhirat, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Mengabulkan doa.

Artikel: Gerimis


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05