Ust. Hawari, Lc., M.E.I.

Pada kesempatan yang berbahagia kali ini, kita akan membahas bagaimana mengenalkan anak kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Semoga dengan pembahasan penting ini, menjadi nasihat keimanan sehingga anak-anak kita menjadi anak sholih yang berbakti kepada agama dan orang tua.

Dalam  mendidik anak, figur atau keteladanan adalah salah satu komponen terpenting sekaligus elemen dasar pembentukan watak dan kepribadian anak. Oleh karena itu, orang tua harus memahami figur yang digandrungi oleh para anaknya dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disebabkan dewasa ini para produser film anak berkompetisi memroduksi film-terutama bertema superhero/kepahlawan- yang banyak merusak kepribadian anak.

Misi yang mereka lancarkan sangat komplikatif, satu di antaranya adalah mengalihkan anak dari keteladan sejati, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam. Kita bisa melihat film tersebut seperti film Superboy, Superman, Batman, Ultraman, Power Rangers, Naruto dan masih banyak sederet lainnya.

Dampak negatif film tersebut bagi anak yang suka menontonnya sangatlah signifikan. Anak bukan sekedar bergaya hidup malas, bahkan mempunyai kecenderungan emosi yang tidak stabil serta “meneladani” tokoh fiktif dalam  film-film tersebut.

Pertanyaannya, lantas bagaimana solusi bijak mengatasi problematika besar ini? Tentu tidak lain dan tidak bukan orang tua harus mengenalkan anak dengan nabi sehingga mereka menjadikan Rasulullah sholAllahu alaihi wasallam sebagai uswah hasanah dalam kehidupan sehari-hari.

Jujur saja, sudahkah kita mengenalkan anak kita kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam?

Tentunya beragam jawaban yang muncul dari mulut kita. Intinya, banyak di kalangan kaum muslimin sendiri lalai dalam mengenalkan anak kepada Nabi shalallahu alaihi wasallam. Seharusnya sejak dini anak-anak kita dididik mengenal Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.

Oleh karena itu, jangan ditunda-tunda lagi. Mulailah sejak dini mengenalkan anak kepada nabi. Tidak perlu menunggu anak besar dan dewasa karena hal tersebut sama saja membiarkan lembaran-lembaran putih anak kita tercoreng dengan tinta-tinta kejahiliyahan dari lingkungan yang tidak kondusif.

Goreslah awal kehidupan anak kita dengan tinta emas sejarah kehidupan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang mulia. Harapannya, semoga ketika mereka besar, goresan–goresan tersebut mampu memancarkan cahaya di tengah gelap dan pekatnya kabut kejahiliyahan yang menutupi kebanyakan manusia.

Sungguh, tidak ada pengajaran yang paling utama setelah mengenalkan anak kepada Allah (ma’rifatullah) melainkan mengenalkan anak kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam (ma’rifatu nabi). Anak-anak kita harus terbiasa mendengar cerita tentang siroh nabi. Kita pun harus kisahkan kepahlawanan dan keberanian nabi dalam menegakkan kebenaran. Begitu juga kepiawaian, kegagahan serta kelincahannya dalam memimpin pasukan dan tentara.

Mereka juga harus faham bahwa nabi adalah pahlawan tangguh yang membela kaum lemah dan menumpas segala kejahatan dan ke-dzoliman di muka bumi ini. Sebaliknya, kita harus tanamkan bahwa semua tokoh fiktif dalam film fiktif sama sekali tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kehebatan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.

Ada beberapa poin penting yang wajib diajarkan orang tua pada anak-anaknya berkaitan dengan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

  1. Mengenalkan anak kerosulan Nabi shalallahu alaihi wasallam.

Inilah yang merupakan pilar penting setelah pengajaran makna syahadat dan konsekuensinya kepada anak. Mengenalkan anak pada kerosulan Nabi shalallahu alaihi wasallam bertujuan untuk menguatkan aqidah bahwa Allah subhanahu wa ta’ala mempunyai utusan di muka bumi ini yang wajib ditaati dan diteladani. Begitu juga menanamkan kecintaan dan ittiba’ dengan sosok agung yang sangat santun dan menghargai anak-anak.

  1. Mengenalkan anak misi dakwah Nabi shalallahu alaihi wasallam.

Mengenalkan anak pada misi dakwah Nabi shalallahu alaihi wasallam berarti mengajarkan anak akan pentingnya bertauhid dan ittiba’. Karena memang bisi dan misi dakwah nabi adalah penegakan tauhid di muka bumi ini. Tujuan pengenalan ini untuk menyemai benih tauhid dan ittiba’ dalam diri anak. Tentunya hal ini sesuai dengan kondisi usia dan pemahaman anak masing-masing.

  1. Mengenalkan anak sunnah-sunnah Nabi shalallahu alaihi wasallam.

Sunnah nabi shalallahu alaihi wasallam adalah perhiasan bagi anak yang lebih mahal dari emas dan berlian. Dialah bekal kehidupan anak dalam menatap masa depan mereka. Mengenalkan anak pada sunnah Nabi shalallahu alaihi wasallam yaitu dengan cara mengajarkannya langsung pada anak-anak berbagai sunnah Beliau shalallahu alaihi wasallam mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Begitu juga membiasakan mereka mengucap salam jika bertemu sesama muslim serta berbuat baik pada keluarga dan tetangga atau sunnah lainnya.

  1. Mengenalkan anak sifat kesempurnaan fisik Nabi shalallahu alaihi wasallam.

Berkaitan dengan hal ini, orang tua dituntut paham sifat kesempurnaan fisik nabi shalallahu alaihi wasallam sehingga mampu mengenalkan sifat beliau kepada anak-anak kita. Hal ini sangat membantu anak dalam memahami bahwa sosok beliau shalallahu alaihi wasallam bukanlah suatu hal yang abstrak. Anak pasti bertanya pada orang tuanya, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam itu seperti apa sih pak/bu? Kemudian apa saja ciri-cirinya dan lain-lain.

Dalam hal ini para ulama siroh-pun sangat detail menyebutkan sifat kesempurnaan fisik Nabi shalallahu alaihi wasallam. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya sifat tersebut untuk diketahui oleh umat islam.

  1. Mengenalkan anak akhlaq dan kepribadian Nabi shalallahu alaihi wasallam

Poin ini sangat penting karena akhlaq yang mendominasi masyarakat kita saat ini adalah akhlak barat atau adat. Dengan mengenalkan akhlaq dan kepribadian nabi kepada anak kita, insya Allah lambat laun pribadi-pribadi islami akan mewarnai masyarakat kita.

  1. Mengenalkan anak siroh Nabi shalallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya dalam berjuang membela Islam.

Kisah-kisah heroik dan menarik dalam sejarah kehidupan nabi shalallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya hendaknya menjadi topik penting dalam cerita anak. Hal ini bertujuan menumbuhkan jiwa pejuang dan bangga dengan pahlawan dan kejayaan islam. Begitu juga mendorong mereka menjadi para mujahid yang tangguh membela islam di masa yang akan datang.

Marilah kita kenalkan anak-anak kita dengan Nabi shalallahu alaihi wasallam. Inilah jalan terbaik mendidik generasi yang berkepribadian robbani. Semoga di masa-masa yang akan datang generasi umat ini menjadi generasi yang gemilang. Wallahu a’lam.