Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan kembali bahwa pemerintah tidak akan menghapus Pendidikan Agama Islam dari kurikulum.

Menag menyampaikan, pendidikan agama di sekolah terlalu penting untuk diabaikan. Ia pun berharap seluruh pihak dapat bahu membahu untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama di sekolah.

Menag pun menitipkan tiga hal yang perlu dicermati bersama. Pertama, memperkuat koordinasi pendidikan agama Islam di sekolah. Karena PAI tidak hanya sepenuhnya dikelola oleh Kemenag saja. Kedua, seiring terbitnya Undang-Undang Perempuan Nomor 3 Tahun 2017, Kemenag memperoleh amanat untuk menyusun buku pendukung PAI.

Ketiga, menata kembali kegiatan ekstra kurikuler pendidikan keagamaan di sekolah. Kegiatan Rohani Islam perlu diefektifkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran beragama murid.

Menag yakin, kalau seorang murid mampu berpidato tentang materi keagamaan, bisa menulis cerita Islam, pandai melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, hal ini tidak terlepas dari peranan guru PAI dalam mendidik muridnya melalui mata pelajaran PAI di sekolah. (hidayatullah/red)

%d bloggers like this: