Republika.co.id – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, meminta kantor wilayah untuk memfasilitasi adaptasi pesantren dengan dunia digital. Ini dilakukan agar kalangan pesantren, mulai dari santri hingga kiai dapat beradaptasi dengan dunia digital.

Menag menilai usaha ini dapat menjadi solusi bagi pesantren-pesantren salaf yang seringkali mengalami keterbatasan dalam penyediaan kitab sebagai bahan ajar santri. Salah satu hal yang dapat dilakukan Kanwil adalah dengan memperkenalkan kitab-kitab digital yang telah diproduksi oleh Kementerian Agama.

Menag menyatakan bahwa pihaknya telah menyediakan versi digital kitab-kitab mu’tabar yang biasa digunakan di pesantren-pesantren. Semua kitab digital tersebut dapat diakses secara gratis sehingga bisa dimanfaatkan oleh kalangan santi pesantren.

Pembelajaran kitab secara digital menurutnya perlu dilakukan oleh pesantren. Dengan cara ini, para santri lebih mudah beradaptasi dengan kecepatan perubahan yang terjadi secara global.

Tak hanya santri, para ustaz maupun kiai di pesantren diharapkan juga dapat mengadaptasi hal tersebut. Di samping itu, Menag juga meminta ada forum-forum yang dapat didesain guna merangsang pengetahuan santri terhadap kitab kuning. Ia juga mendorong Kanwil untuk melaksanakan Bahtsul Masail untuk menjawab permasalahan kekinian. Hal ini dapat mendorong kaum santri untuk melakukan kajian kitab-kitab kuning ( republika/admin)

%d bloggers like this: