Oleh : Ust. Arifin, S.H.I

Dakwah merupakan amalan agung lagi mulia. Amalan yang mengalirkan pahala melimpah. Agar dakwah tepat dan terarah tentunya dibutuhkan metodologi yang benar. Alloh ta’ala mengabarkan kepada hamba-hamba-Nya salah satu metodologi dakwah yang seyogyanya kita terapkan dalam aktivitas dakwah kita. Metodologi itu adalah mau’idhoh hasanah.Bahkan Alloh subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada Nabi sholallohu alaihi wasallam agar mengajak manusia kepada agama Alloh dengan mau’idhoh hasanah.

Alloh ta’ala berfirman:

“Serulah (manusia) kepada Tuhan-mu dengan hikmah dan mau’idhoh hasanah (pelajaran yang baik) dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. An-Nahl [16]: 125)

Untuk memahami lebih dalam maksud mau’idhoh hasanah, marilah kita perhatikan definisi mau’idhoh hasanah menurut  para ulama.

Imam al-Baghowi rohimahulloh berkata, “Berdakwah dengan mau’idhoh hasanah adalah menyeru kepada Alloh sambil memotivasi dan memberikan peringatan.” (Tafsir al-Baghowi 5/52)

Ibnu Qoyyim rohimahullohberkata, “Mau’idhoh hasanah adalah memerintahkan sambil memotivasi dan melarang sambil memberikan peringatan.”(Miftah Darussa’adah 1/153)

Ibnu Sayyidah rohimahulloh berkata, “Mau’idhoh hasanah adalah engkau memberikan peringatan kepada manusia dengan sesuatu yang melembutkan hatinya, baik terkait dengan perkara pahala atau ancaman.” (Lisanul ‘Arob 7/466)

Jurjani rohimahullohberkata, “Mau’idhoh hasanah adalah nasihat yang melembutkan hati keras, membuat mata yang beku menangis, dan memperbaiki amal yang rusak.” (Ta’rifat 1/305)

Secara global definisi mau’idhoh hasanah adalah perintah yang mengandung motivasi dan larangan yang mengandung peringatan.

Rosululloh sholallohu alaihi wasallam berdakwah dengan mau’idhoh hasanah

Rosululloh sholallohu alihi wasallam adalah imamnya para da’i. Beliau sholallohu alihi wasallam merupakan teladan yang sempurna bagi umatnya dalam berdakwah. Tatacara dakwa beliau sholallohu alihi wasallam sangat menarik. Salah satu cara membuat hati objek dakwah terpikat terhadap materi dakwah yang beliau sholallohu alihi wasallam sampaikan adalah mau’idhoh hasanah. Berikut ini beberapa gambaran dari metode dakwah dengan mau’idhoh hasanah yang beliau sholallohu alihi wasallam praktekkan:

– Kewajiban wanita agar menaati suaminya

Al Hushain bin Mihshan menceritakan bahwa bibinya pernah datang ke tempat Nabi sholallohu alihi wasallam karena satu keperluan. Seselesainya dari keperluan tersebut, Rosululloh sholallohu alihi wasallam bertanya kepadanya, “Apakah engkau sudah bersuami?” Bibi Al-Hushain menjawab, “Sudah.” “Bagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?”, tanya Rosululloh sholallohu alihi wasallam lagi. Ia menjawab, “Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu.” Rosululloh sholallohu alihi wasallam bersabda, “Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR. Ahmad dan lainnya)

Kewajiban seseorang agar komitmen terhadap sholat lima waktu dan syariat Islam

Dari Jabir bin Abdilllah al-Anshori rohimahulloh bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Rosululloh sholallohu alihi wasallam lalu ia berkata, “Bagaimana pendapat Anda jika aku melakukan sholat fardhu, berpuasa Romadhon, menghalalkan yang halal, mengharamkan yang haram, dan aku tidak menambah sedikit pun akan hal itu, apakah aku akan masuk surga?” Beliau menjawab, “Ya.” Laki-laki itu berkata, “Demi Alloh Azza wa Jalla, aku tidak akan menambah sedikit pun atas yang demikian itu.” (HR. Muslim, Ahmad dan lainnya)

– Perintah berbuat baik kepada tetangga dan larangan menyakiti tetangga

Pernah ditanyakan kepada Nabi sholallohu alihi wasallam, “Wahai Rosululloh, sesungguhnya ada seorang wanita yang senantiasa bangun malam dan berpuasa, berbuat baikdan bersedekah, tetapi dia senantiasa menyakiti tetangganya melalui ucapan.” Rosululloh pun menjawab, “Tiada kebaikan baginya, dan dia termasuk penghuni neraka.” Kemudian para sahabat berkata, “Ada wanita lain yang selalu mengerjakan sholat wajib, bersedekah dengan susu yang dikeringkan dan dia tidak pernah menyakiti satu orang pun dari tetangganya.” Maka Rosululloh menjawab, “Dia itu termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhori)

– Anjuran memperbanyak membaca Surat al-Ikhlas.

Rosululloh sholallohu alihi wasallam bersabda, “Siapa yang membaca qulhuwallohu ahad sampai selesai sebanyak sepuluh kali, maka Alloh akan membangunkan baginya istana di surga.” Umar berkata: “Kalau begitu kita memperbanyak istana wahai Rosululloh?” Beliau menjawab: “Alloh lebih banyak dan lebih baik.” (HR. Ahmad)

Dari empat contoh mau’idhoh hasanah di atas, selayaknya sebagai seorang muslim mencontoh Nabi sholallohu alihi wasallam pada saat menyeru manusia untuk memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar. Secara umum manusia memiliki rasa cinta dan senang kepada perkara yang menggembirakan hati. Jika objek dakwah dimotivasi tentang surga pasti ia akan memiliki semangat yang tinggi. Sebaliknya, manusia memiliki rasa takut kepada hal-hal yang menyeramkan. Jika objek dakwah diberi peringatan tentang masalah neraka, pasti membuat hati mereka takut.

Wallohu ta’ala a’lam.


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05

%d bloggers like this: