Perlu kita renungkan bahwa adanya kita di dunia ini adalah karena adanya orang tua. Kalau hari ini kita bisa berbicara, itu karena kesabaran ibu kita mengasuh dan mengajari kita dalam berkata. Kalau hari ini kita bisa merasakan hidup bahagia dan mapan, itu juga disebabkan orang tua yang merawat kita dengan tulus hingga kita bisa mandiri. Bahkan mendorong kita untuk tidak menyerah.

Lalu pertanyaannya, sudahkah kita membuat kedua orang tua kita bahagia di hari sekarang, atau orang tua kita sering menangis karena ulah kita?.

Marilah kita menyimak hadits Rasulullah shalallahu alahi wa salam yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, an-Nasa’I dan Baihaqi.

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : جئْتُ أبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ، وَتَرَكْتُ أَبَوَيَّ يَبْكِيَانِ، فَقَالَ: اِرْخِعْ عَلَيْهِمَا؛ فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا

“Seseorang datang kepada Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam dan berkata. “Aku akan berbai’at kepadamu untuk berhijrah dan aku tinggalkan kedua orangtuaku dalam keadaan menangis.”

Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.“Kembalilah kepada kedua orangtuamu dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis.”

Sebelum orang tua meninggalkan kita dari dunia, hendaknya kita membuat ibu kita tertawa dan bahagia.

Kita sadar bahwa kita tidak mungkin membalas semua jasa mereka dalam hidup kita, tapi setidaknya kita bisa membuat mereka tersenyum. Itu sudah merupakan hujah untuk kita, sehingga kita termasuk ke dalam kriteria anak yang berbakti. Meski kita tidak berlimpah materi dan menghadiahi orang tua dengan perhiasan dan meteri dunia.

Jangan membuat orang tua kita menangis dan sedih karena ucapan atau tingkah laku kita.

Abdullah bin ’Umar radhiyallahu ’anhuma berkata, ”Membuat orang tua menangis termasuk bentuk durhaka pada orang tua.”

Kalau membuat orangtua menangis karena bahagia atau terharu, misalnya karena kita menghajikan mereka, tentu tidak dianggap durhaka, justru berbakti.

Membuat orangtua menangis yang dimaksudkan adalah disebabkan ia merasa sakit hati atau susah hati dikarenakan diri kita.

Meskipun tangisan orang tua bukan karena kedurhakaan kita kepada mereka secara tidak langsung, tapi tetap saja itu termasuk durhaka kepada orang tua. Misalkan orang tua menangis karena kita tidak pernah menuntut ilmu agama, atau karena kita enggan bersilaturahim dengan kerabat yang lain, maka kita telah durhaka kepada orang tua.

Banyak hal-hal yang sederhana yang bisa kita lakukan untuk membahagiakan orang tua dan membuat mereka tersenyum.

Jika kita berpisah dengan orang tua, maka mulailah untuk rutin menelpon orang tua dan menanyakan kabar mereka, mendoakan mereka. Betapa banyak orang yang jarang menelpon orang tua, tapi ketika menelpon sahabat, kolega atau istri dan anak, dia sering melakukannya.

Sesibuk apa pun urusan kita, usahakan untuk menjenguk mereka, jika tidak memungkinkan, hubungi mereka via telepon, dan insya Allah hal itu bisa membahagiakan mereka.

Jika kita serumah dengan orang tua, usahakan untuk membantu meringankan pekerjaan mereka, bukan malah menambah beban pekerjaan orang tua.

Itulah tips untuk membahagiakan orang tua, kita berharap semoga dengan membuat orang tua bahagia, kita bisa menggapai surga-Nya kelak.

Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam.

 

%d bloggers like this: