Oleh: Ust. Solahudin, Lc., M.A.

Jika kita berbicara masalah waktu tentu sangat erat kaitannya dengan pemuda. Sehingga, sepertinya penting untuk kita bahas, terlebih di zaman ini. karena banyak manusia, khususnya para pemuda saat ini, yang lupa bahwa setiap detik yang ia lewati dari umurnya, akan mendekatkan dirinya kepada kubur dan akherat, serta menjauhkannya dari dunia. Nah, sepertinya kita sendiri pun jarang sekali ya memahami hal tersebut.

Lalainya kebanyakan manusia, termasuk kita kaum muda, terhadap waktu ini, sebenarnya telah dikabarkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam .

Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

Dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu padanya: kesehatan dan waktu luang(HR. Bukhari)

Sebagai seorang pemuda muslim, kita seharusnya memahami betapa berharganya waktu, khususnya bagi pemuda muslim. Karena jika kita memahaminya, pasti kita tidak akan menyia-nyiakannya. Sebaliknya, kita akan memanfaatkannya untuk melakukan apapun demi mendekatkan dirinya kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Seorang ulama terkemuka bernama Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah, menjelaskan bahwa waktu manusia pada hakikatnya adalah usia manusia itu sendiri. Jika waktunya digunakan untuk Allah dan pada Allah, maka itulah kehidupan dan umurnya. Namun, jika waktunya dihabiskan dalam kelalaian, kesia-siaan dan angan-angan yang batil, maka kematian bagi orang ini akan lebih baik dari kehidupannya.

Masya Allah, penjelasan Ibnul Qoyyim tersebut menggambarkan betapa berharganya waktu bagi manusia.

Ulama lainnya bernama Ibnul Jauzi rahimahullah juga berkata, bahwa setiap manusia berkewajiban untuk mengetahui kemuliaan zaman dan berharganya waktu. Jika ia memahaminya, maka tidak ada yang hilang darinya sedikitpun selain dari mendekatkan diri kepada Allah ta’ala. Dia juga akan mengedepankan apa yang terbaik dari perkataan dan perbuatan.

Jika kita senantiasa membaca Al-Qur’an dan as-Sunnah, maka akan kita dapati keduanya sangat perhatian terhadap waktu dari berbagai sisi dan dengan gambaran yang bermacam-macam.

Di antara buktinya adalah, dalam al-Qur’an Allah ta’ala telah bersumpah dengan waktu pada awal beberapa surah, seperti: demi malam, demi siang, demi waktu fajar, demi waktu dhuha, dan demi masa,

Dalam al-Qur’an Allah ta’ala berfirman yang artinya:

Demi malam apabila menutupi (cahaya siang) (1) dan siang apabila terang benderang. (QS. al-Lail: 1-2)

Kemudian dalam al-qur’an surat al-Fajr ayat pertama dan kedua,

Demi fajar (1) dan malam yang sepuluh. (QS. al Fajr: 1-2)

Dan dalam al-qur’an surat Al-‘Ashr ayat pertama dan kedua

Demi masa (1) Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.” (QS. al ‘Ashr: 1-2)

Ketika Allah subhanahu wa ta’ala bersumpah dengan sesuatu dari makhluk-Nya, maka hal tersebut menunjukkan kepentingan dan keagungannya, serta menyadari akan besarnya manfaat yang ada padanya. Berarti, dalam konteks yang sedang kita bicarakan saat ini, betapa penting dan besarnya urusan waktu bagi seorang hamba.

Jadi, masih pantaskah kita menyia-nyiakan urusan yang besar ini? masih pantaskan sebagai seorang yang mengaku pemuda muslim, menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang tidak berguna atau bahkan dalam kemaksiatan kepada Allah? Mudah-mudahan, Anda bukan termasuk pemuda yang seperti itu.

Sahabat muda yang budiman, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun menjelaskan kepada kita betapa pentingnya masalah umur, bahkan beliau berbicara khusus tentang masa muda.

Dalam hadits hasan riwayat at-Tirmidzi diesbutkan bahwa Muadz bin Jabal meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

Tidak akan bergerak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya tentang empat hal: yaitu tentang umurnya pada apa dia habiskan, tentang masa mudanya pada apa dia luangkan, tentang hartanya darimana dia dapatkan dan untuk apa dia pergunakan, dan tentang ilmunya apa yang dia amalkan.(HR. Tirmidzi)

Tidak hanya itu pendengar, Nabi shalallahu alaihi wasallam juga mengabarkan bahwa waktu merupakan salah satu dari nikmat-nikmat Allah ta’ala terhadap makhluk-Nya. Maka sudah selayaknya kita selaku hamba-Nya mensyukuri nikmat waktu ini. karena jika tidak disyukuri, nikmat tersebut akan ditarik dan hilang dari kita.

Lalu, bagaimana cara mensyukurinya? Mensyukuri nikmat waktu dapat kita lakukan dengan menggunakannya pada keta’atan dan memanfaatkannya pada amal-amal saleh. Dan alhamdulillah, Allah subhanahu wa ta’ala telah mengajarkan kepada hamba-hamba-Nya, banyak sekali ragam amal sholeh yang dapat kita lakukan. Tentunya, pertemuan ini terlalu ringkas untuk mengupas amal-amal sholeh yang sangat banyak tersebut.

Orang-orang saleh terdahulu, mereka sangat perhatian terhadap waktunya. karena mereka adalah orang-orang yang paling mengetahui nilai waktu. Sehingga mereka menjaga dengan sebenar-benarnya agar tidak melewati satu hari atau satu saat walaupun sangat singkat, kecuali dalam hal kebaikan.

Seorang ulama tabi’in bernama al-Hasan al-bashri rahimahullah berkata, bahwa ia telah mendapati beberapa orang yang lebih sangat menjaga terhadap waktunya daripada penjagaan orang-orang terhadap uang dirham dan dinar.

Subhanallah, demikianlah karakter orang-orang sholeh terdahulu. Lantas bagaimana dengan kita generasi muda? Sudah seharusnya kita meneladani generasi terbaik dari umat ini. kemudian menorehkan sejarah gemilang di masa yang akan datang dengan memaksimalkan waktu yang kita miliki untuk melaksanakn seluruh hal yang mendatangkan keridhoan Allah.  Amin.

Wallahu ta’ala a’lam…